Jutaan Salah, Milyaran Maaf
Malam ini menginjak jam setengah sepuluh malam, tanggal 1 Januari tahun 2026 mengetik kegaduhan kepala di Cikarang sambil muter tipis-tipis lagu Banda Neira, is 2026 and mid-twenties approaching, yet somehow still standing at the starting line of a race i was never taught how to run.
![]() |
| minggu kemarin pulang ke rumah isinya hujan terus |
the pressure of time presses on my chest like an endless tide, a slow, merciless drowning, HEHEHEHEHE. Beradu dengan ketidakpastian, Alhamdullilah ala kulli hal kita semua diberikan kecukupan di tahun 2025. Disisi lain 2025 seperti underground hidup tiap hari kaya fast and furios nggak tau arahnya kemana, nggak tau mau dibawa kemana. Mari kembali menemukan makna menjalani hidup, melakukan dengan ikhlas skenarionya karena gimanapun kita hanyalah seorang umat di dunia tipu-tipu. Sebagian punya rencana dengan selusin kawan, sebagian lagi — terpaksa atau sepenuhnya sadar — berkawan saja dengan kesepian.
Meyakinkan diri bahwa sebenernya kita nggak butuh resolusi dan babibu basa-basi ini itu, let go the flow tetap berusaha berproses, sabar dan on track bertaqwa dijalannya. Sejujurnya jelas-jelas kalo di tanya target, mah ada tapi yang realistis-realistis aja dan pembagian energinya merata. Ya karena gue nggak mau overwhlem, keinginan di 2025 yang nggak maksimal eksekusinya yaitu pengen hidup lebih serius. Ya gue tetap berpegang teguh kalo di saat yang sekarang gue pengen lebih serius benerin hal-hal yang harus di benerin.
Learn and stay alive, Jangan ambil nikmat ibadah-ku ya-Rabb, sesungguhnya 2025 masih banyak jungkir balik sama ibadah diri sendiri. Controlling my nafs is the most difficult things yang harus banyak-banyak di latih. Makin kesini ambisi bukan soal diri sendiri, Permintaan maaf sebanyak-banyaknya dari hati terdalam gue kepada keluarga. Bicara tentang rumah memang nggak ada habisnya, Ibuk-Bapak dan Adek. Dimana Satu-satunya tempat di bumi yang mau nerima gue dalam kondisi apa-adanya, merasa malu dan kecil padalan gue belum jadi apa-apa tapi dihadapan orang banyak gue di bangga-banggakan oleh keluarga gue sendiri, nggak heran itu semua bikin gue tiba-tiba nangis di jalan pulang.
![]() |
| the dharma's |
Terimakasih buat teman-teman walaupun kita problematik, cukupkan galau kalian hayati dewasa ini berlagak sok kuat tapi nyatanya ambyar juga. We can't skip this chapter, but InsyaAllah sukses ya gais.
Some chapters come like soft spring winds like the pages filled with laughter, shared sunsets, and hands that hold you like promises. Others are like storms, heavy with grief, silence, and questions that echo in empty rooms.
bijak bener, padalan HAHAHAHAHA nanti juga nangis lagi
The stumbles, the stillness, the heartbreak, the blooming, deep down saja lah yaa percintaan gue yang payah. Those light night tetep aja gue pengen pulang-pulang-pulang, get every painfull menilai kalau project ini kadang heboh, kadang penuh anomali, kadang isinya nyelekit. Nggak tau dikasih hidup sampe seberapa lama, Terimakasih untuk banyak pelajaran dan bekal buat kehidupan kedepannya nanti.
A broken pieces yang di buat terdampar sama tahun 2025 ini, ketemu banyak sekali orang-orang baru dan orang-orang lama yang sibuk bertumbuh. Been a while kadang emang kalo ketemu orang-orang gue suka drained alias pening tidak ada surutnya, but at the same time dengerin mereka semua rasanya campur-aduk bahagia.
Baru sebagian kecil dan masih banyak orang-orang lain yang ketemu di tahun 2025, that's so blessed with you all. Semoga Allah balas kebaikan-kebaikan kalian semua. Pelajaran berharga itu akan tumbuh seiring jarak karena prespektif kita yang berubah, apa yang kita pahami hari ini mungkin akan berbeda dengan lima tahun lagi. Meski kejadiannya sama. Dan begitu seterusnya beriringinan dengan bertambahnya kedewasaan, ilmu, dan keimanan. Jutaan salah yang dibuat, milyaran maaf gue ucapkan mari kita sudahi ini semua, pelan-pelan benahi lagi pelan-pelan belajar lagi. Satu persatu, dikit demi sedikit semoga bisa tetap menebar hal-hal baik, evaluasi lagi, koreksi lagi. Istigfar banyak-banyak ingat nikmat banyak yang udah di kasih. Pahami syukuri, semoga Allah mudahkan, semoga allah mampukan menjalani skenario yang ada
This un-named feeling sometimes appear. The heavy feeling in the heart, the I-want-to-run-away-from-these-thing feeling, and.... haahhhh... exhaling it is the only way to make it disappear. Alhamdullilah wa syukurillah, 2026 bisa yuk ketemu jodoh. Amiinn...InsyaAllah... semoga allah mudahkan.
xoxo
salsabila
.jpeg)















.jpg)
Comments
Post a Comment