Bersabar dan Bergaul
Setelah beberapa hari yang lalu gua stress karena banyaknya
pekerjaan yang harus gua lakukan. Tidur jam diatas jam 12 bangun sebelum subuh
kemudian 3 hari 3 malam berturut-turut bersanding dengan sebotol kopi dingin.
Hamdallah T.T tapi gua tidak melimit sama sekali ambisi gua untuk menulis walau
hanya tulisan sepele but, I need share my secuplik story
Hows about your day?
Semoga cerah, secerah Bogor di siang hari, seminggu cuman
hujan sekali cui, gimana ngak sedih dah. Panas dan terik yha that's all! Okey.
Gua sadar akan suatu hukum di bumi ini yang menetapkan
bahwa manusia adalah makhluk sosial. Manusia tidak akan bisa "bertahan
hidup" tanpa adanya bantuan dari manusia yang lainya. Hal ini menimbulkan
pertanyaan banyak sekali di dalam diri gua mengenai eksistensi seorang manusia
di dalam kehidupan bersosialnya. Bagaimana tidak?
Gua rasa memang pernyataan tersebut benar but, I think that
sebenernya manusia itu makhluk sosial tapi semua langkah manusia itu
sendiri-sendiri.
Why why why?
Kembali lagi, gua menuliskan ini atas dasar
pengalaman yang telah menimpa gua sendiri. Gua melihat sekaligus merasakan
kondisi jika, Lo punya temen, lo punya sahabat maupun temen deket. Tapi
lo merasa engga sih, jika sebenernya di satu sisi mereka lebih mementingkan
urusan pribadi diri mereka masing-masing. Karena mereka memikirkan kita nggak
lebih sepenting urursan sendiri. Mereka juga gabakal memikirkan persoalan ini itu
di diri kita. Mungkin bagi mereka "Yauda sih ya mau gimana lagi?".
Okey, gua nggak akan marah atau emosi menuntut individualisme yang
begini-begitu. Karena gua pikir itu lah nyatanya. Diri kita juga jika
kita sadari ya seperti itu. Ya kan?, We are selfish-creature. Egoisme itu
pasti, karena semua punya hak dalam mengurus urusan hidup pribadinya
masing-masing.
Lalu bagaimana bisa agar kita tetap bergaul secara baik?
Kan mereka aja ga pernah care ke gua, Lalu apa gua masih
harus bereteman dengan semua?
Gua yakin banyak diantara kalian menerima gangguan atas
pertemanan yang saat ini telah kalian berhasil bangun dengan lingkungan
sosial kalian masing-masing. Mungkin sering kalian juga kesal dengan beberapa
adanya gangguan yang membuat How prefer I dengan
mending gua berjalan sendiri selagi gua bisa, okey itu wajar. Lalu banyak juga
yang seperti ini "yah lu egois banget sih ini kan rencana kita dari awal,
kenapa lu ninggalin gitu aja". Perlu kalian semua garis bawahi kembali gua
sejujurnya juga tidak mengertai cara secara pasti karena gua merasa urusan
pertemanan tergantung tiap orang. Dan tiap orang pun berbeda-beda cara mengatur
relasi pertemanan yang mereka jalin. Gua pun salah satu orang di bumi ini yang sangat tidak pandai bergaul,
dan terlebih lagi gua kurang mampu untuk beradaptasi secara cepat di
lingkungan sosial.
Setelah gua membaca artikel mengenai sudut pandang bergaul
lewat cara pandang agama. Satu disini yang gua tangkep adalah "Sabar"
“Sesungguhnya seorang muslim, jika ia
bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguan mereka lebih baik daripada
seorang muslim yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabat atas gangguan
mereka.” HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al
Ahadits Ash Shahihah, no. 939.
Mau lu disakitin karena sahabat lu
tiba-tiba ninggalin lu karena mungkin disisi lain lu bukanlah menjadi sebuah
prioritas dari mereka atau mungkin mereka menghilang dari lu karena alasan yang
tidak jelas. Keep clam karena tenyata lu itu sebenernya masih merupakan
orang-orang yang beruntung, kenapa? Karena lu masih memilih untuk mengenal serta bergaul dan masih
mau berteman dan membina kehidpan sosial lo bersema mereka dengan segala
gangguan-gangguan yang ada. Dari pada acuh untuk lebih memilih
diam tanpa menghiraukan adanya anugrah bahwa kita bisa hidup di tengah-tengah masyarakat sosial ini. Sabar
bil!
(credit pict: by tumblr)


.jpeg)
.jpg)
Comments
Post a Comment