Is Not Skill

Hasil Karya Peserta Lomba di Acara Proker Himpunan Kampus gua
Gua nggak tau kenapa ketika dua minggu lalu gua yang di tunjuk sebagai kadiv phdd di salah satu pengerjaan program kerja himpunan gua. Herannya diri gua mana tau gua nggak ada skill to be an graphic illustator masih aja mempercayakan aspek per-phdd an ini ke gua apalagi mejadi seorang kadiv diacara yang bisa di bilang cukup menguras tenaga dalam menyiapkan semuanya. Oh hell! Because I don't know why orang-orang disekeliling gua percaya bahwa gua layak menjadi seorang yang berada di ruang lingkup phdd. Sebenarnya gua ini belom mampu untuk mengenyam tugas ini kalau kalian semua tau.

Lanjut ke div per-phddan acara gua, semuanya terbatas. Anggota gua hanya 4 dan yang satu hilang tak ada kabar yang lain sibuk masing-masing. Lalu? Nyatanya gua bekerja sendiri mengusahakan sendiri dengan memacu segala keterbatasan yang gua punya termasuk skill gua ini sendiri. Sedih pusing capek gua tanggung sendiri, then what about other division people? I think they just told me "uda suruh aja anak phdd yang lain" "kerjain ini ya" "poster masih typo semua" oh god! Gua harus gimana? Semua gua kerjakan semampu gua, semaksimal yang gua bisa, sebagus yang mereka semua inginkan, se-perfect ekspektasi yang ada dan banyak keseluruhan keinginan dari pihak lain denga menumpukkan semua pekerjaan ke divisi yang gua.

Tak lebih juga dengan ketua iya ketua. How to be deal  menjadikan adanya ketua terpilih adalah seseorang yang kala awal dia masuk dialah yang mudah mencetuskan ide ide ini itu tanpa tau skill yang mereka punya sebenarnya dimana. 
Gua heran padahal dia yang sebenarnya mampu memegang divisi yang gua rasa  bukan gua banget ini namun dia malah menjadi seorang iya "ketua".
Gua nggak marah protes atau gimana. Jikalau dia dan semuanya merasa mampu serta bertanggung jawab? Why not bil?
Rapat-rapat-rapat hingga detik acara akan berlangsung. Tiap divisi ditanya perihal kendala dan gua jujur dong keadaan divisi gua seperti apa. Gua rasa my leader does no matter with my current division.  Karena menurut dia ada yang lebih penting yang harus dia selesaikan ketimbang mengurusi divisi gua yang dia rasa gua mampu untuk mengatasinya sendiri.

Dan new trouble come when H-1 event! Yeaay! Salah siapa? Salah divisi gua? jelasnya. Gua nggak akan membahas masalah apa yang timbul namun disini gua heran kenapa dia jadi makin marah ke gua, selama ini gua paparkan kondisi gua seperti apa namun yang direspond? “ya lu suruh aja dong anggota divisi lu yang lain” he say that easy. But nyatanya gua uda pontang-panting kesana-kemari tapi. Yang gua dapatkan nothing! Semuanya punya prioritas untuk menganggap tidak seberapa penting tugas dari phdd di program kerja ini.  I immediately cried. “Beginikah yang dinamakan kerja dibawah tekanan?” T.T
“Jadi gua harus gimana?”
Padahal ketua gua ini mampu banget soal bidang divisi yang gua pegang, but why? Sulitkah untuk sekedar melihat dan bertanya? Apa yang perlu dibantu? Ini yang benar-benar gua sayangkan? Tapi gua ga menepis bahwa memang ketua gu ini super duper pusing bukan main, gua juga belum tentu mampu memegang acara se-ribet ini layaknya ketua gua yang sekarang. Namun bagi gua perlu di pertimbangkan lagi soal acara iya acara. Acara akan berjalan jika semua saling dukung, bukan hanya perihal pendanaan saja yang pelu dioptimalkan tapi menurut gua semuanya. Semua divisinya semua orang-orangnya semua konsepnya. Bukan hanya alasan pusing sana-sini sponsorship marah gini-gini acara yang konsep roundown tak jelas, phdd  H-1 acara bikin masalah. Dan marah yang ada. . Please try to look again to understand the deepest constraints of each division to capture the problems that exist and solve them together. Semoga kedepannya masing-masing akan menjadi lebih baik. terimaksih atas kerja sama-nya untuk acara ini. Maaf  gua belum maksimal membantu, sekali lagi maaf.


Comments