Lelah Ini Untuk Siapa?

Malam ini tepat pukul 12:25 AM. Gua greget menulis beneran! Padahal laopran praktikum gua masih entah bagaimana kabarnya? CapeakutuL
Hows about yor college?
Pergi pagi pulang sore lalu kembali lagi ke kampus dengan alasan ada rapat untuk pengadaan suatu acara ini itu, pemilihan ketua, urusan pendanaan, laporan pertanggung jawaban dan urusan propasal untuk kerjasama sponsorship
Hari makin malam urusan rapat ini itu membawa tugas yang harus di pertanggung jawabkan, belum lagi pulang masih ada laporan masi ada rancangan praktikum yang harus di kerjakan. Pusing Pening Bingung! ahh menyulatkam.
sebagai mahasiswa aktif gua heran terkadang dengan diri gua, semua ini komitmen yang gua ambil diawal ingin rasanya ambis dan hidup selalu produktif,  tapi kenyataanya? Gua malah jauh dari kesan tersebut nyatanya gua hanya sesorang yang zuper dupper ekstra sibuk!
dalam pikiran gua apa sebenarnya yang gua  cari? 
memang sih, sebenernya ini  semua tidak semata-mata hanya membuat sibuk saja. Nyatanya ini membawa banyak faedah di diri gua, mulai dari menambah teman, menambah relasi dengan dosen dan yang paling penting gua jadi makin paham bagaimana rasanya berkumpul dengan orang yang memilki kepribadian yang bermacam-macam. so last point really makes challage with myself! true af!
Allahuakbar tapi terkadang gua lupa
kesibukan yang gua njalani membuat point hidup gua menjadi terhambat di lain sisi dimana gua harus merelakan banyak waktu gua untuk jauh dari sahabat dekat gua, jarang waktu bersama jarang waktu bercerita pula!
tak hanya itu kesibukan yang sebenarnya gua jalani ini nantinya untuk siapa? jikalau gua hanya mendapat imbalan berupa pengalaman dan sertifikat sedangan jauh diluar sana masih banyak sahabat vgua yang membutuhkan adanya kedhadiran gua untuk dirinya walau hanya untuk mendengarkan keluh kesah dan berbagi cerita. Sama halnya terhadap diri gua, gua tak bisa lagi saling ngobrol dan mungkin saja saling minum kopi susu bersama. hangat suasana itu semua sekejap hilang. obrolan telfok ke "mamah/emak" juga mungkin hanya membiacarakan ini itu dan berkonsultasi perihal pengambilan keputusan soal sebuah perkara dalam satu titik forum yang berpacu pada adanya banyak pendapat. Dan nyatanya pendapat itu semua keras
ada quotes mungkin ini gambaran besar secara kasar kondisi sensitivitas yang ada dalam suatu pertemuan banyak muka di dalam forum :

"Kita Selalu Menjadi Benar Pada Cerita Versi Kita Sendiri"-yajugaya
heran gua dengan apa yang gua jalani.
Waktu gua hilang waktu gua tersita dan laporan praktikum gua semakin tak terkendalikan.
Hhmmmm............................
Gua sebenarnya yakin memang arah langkah terus berjalan, komitmen diawal memang mudah tapi eksekusi yang menyulitkan. Aku merasa bersalah aku merasa kehilangan.
Lelah ini untuk siapa?
Jika banyak korban yang membuat perjalananku menjadi tak lagi berwarna
Sahabatku paham akan aku  tapi aku merasa aku tak mampu memahami dirinya. 
hendaklah aku berkorban memang untuk klangsungan dan keberhasilan bersama namun rasanya itu semua tak kan berarti jika kita harus kehilangan momen kebersamaan.
tak ada rasanya pencpaian tersebut bagiku. Sulit memang terlepas dengan itu semua, namun apakah korban harus benar-benar orang terdekat? harus dengan semua tugas inti perkuliahan?
Salah memang aku
Tak mampu membagi diri
Dengan bijak
Apakah aku harus mengubah komitmen? Lanjut/Tidak?
sedih hati.
Aku tak lagi mau memaksakan
Bismillah insyallah akan ku rubah niat, karena pengalaman ini kurasa sudah cukup membuat stress yang berkepanjangan hingga melupakan yang kebersamaan.
overally gua akan merubah semuanya semampu gua bisa dan dengan banyak hal yang akan gua pertimbangkan lagi. Bimillah. Semoga lelahmu menjadi lillah! amin.

Comments