Loving Yourself
How your life? - may always overflowing with many blessing.
Tak mampu dipungkiri lagi kehidupan dunia saat ini lebih banyak dihabiskan untuk sesuatu yang terjadi di dunia maya. Mulai dari membina hubungan relasi dari sekedar pertemanan biasa sampai peruntukan akses jual-beli yang tanpa batas.
And then, Apa urusannya? Alhasil ini semua membuat menjadi semakin banyaknya dan mudahnya mendapatkan penilaian soal diri kita.
Benar atau tidak?
Mungkin perihal ini tanpa disadari pula dapatkah kita survive dengan diri kita atau how we can survive with myself, itu tergantung bagaimana hidup kita di dunia maya, yakni di dunia sosial media.
Namun pada dasarnya tuntutan mengenai hidup itu berawal pada dunia nyata namun semakin diperkeruh dengan semakin maraknya akses mudah dunia maya. Hal ini menjadikan manusia semakin kritis untuk bertindak dan menilai, satu dari tuntutan hidup yang tak mampu di hindari dan dilepaskan adalah adanya tuntutan dalam hal fisik atau bahasa lainnya yakni penampilan.
Terlebih sampai saat ini manusia selalu menjadikan penampilan adalah hal pertama sebagai fokus mereka. Karena naturalnya manusia itu selalu dengan mudah untuk melihat adanya kekurangan.
Yang menjadikan pula adanya dunia maya sebagai perantara dunia yang membuat manusia utamanya selalu mengfokuskan untuk men-scan fisik.
Tak perlu diragukan lagi,semua ini membuat seseorang akan lebih menjadi ambisus untuk merubah apa yang ada di dalam dirinya soal berpenampilan. Ditambah lagi dengan semakin maraknya cara-cara instan merubah "diri" dengan banyak alternatif, tanpa ribet di tunjang dengan semakin mudahnya akses dan tentunya dengan harga yang bervariasi mulai yang skala tinggi hingga yang penting ikut menjadi trendi.
Lalu apa salah nya?
Terlepas dari adanya tuntutan berpenampilan tersebut, sebenarnya sah-sah saja setiap orang untuk merubah diri dan penampilan mereka. Karena itu hak tiap individu, you are free to do it because some how you look prettier!
Pencapaian itu dapat sukses apabila kita mampu diterima di lingkungan kita baik nyata dan maya dengan kita yang mampu menjadikan diri kita sesuai dengan maksimalnya beauty standard in our society.
Memang hak kita seenuhnya untuk merubah penampilan diri, duit yang kita pakai juga duit kita sendiri. Tetapi ini semua bisa dipertanyakan lagi. Sampai mana anda puas melakukan itu semua? How much is too much?
Secara tidak langsung semakin kita banyak merubah semakin pula kita lebih peka, lebih mudah dan mudah menangkap lebih cepat adaya kekurangan.
Hal inilah yang mampu membuat kita untuk gampang kehilangan rasa syukur.
Kehilangan rasa kepercayaan diri dan bangga teradap diri kita yang sebenarnya.
Kehilangan kecantikan natural diri kita
Dan yang terburuk mentality kita menganggap seseuat di diri kta hanyalah sebuah kekurangan yang harus di rubah tanpa sedikitpun merasa bersyukur dengan apa yang telah kita miliki.
Sadari bahwa dunia kita bukan hanya perihal dari penilaian masyarakat, kitalah tang menggenggam erat dunia kita dengan semua yang telah kita miliki karena sejatinya tiap-tiap manusia memiliki keunikan yang menjadi kelebihan ini semua hanya mampu di kendalikan serta digunakan sebagai modal membangun suatu keercayaan diri oleh tiap masing-masing individu.
Jangan hanya menjadikan diri ini agar mampu berhasil dengan mengikuti kehendak beauty standard dan menjadi seseorang yang selalu mengikuti trend hidup yang ada dengan harus selalu mengeluarkan uang tenaga dan menerima rasa sakit yang ada demi itu semua.
Apalah arti suatu beuaty standard apalah arti suatu trend jika seseorang tak mampu menebar kebaikan kepada sesama, tak mampu berguna bagi sesama, tak mampu menikmati sepenuhnya apa yang telah diberikan di dunia.
Salah satu cara agar how to be a good person, adalah orang-orang yang memiliki midset baik terhadap dirinya menjadikan dirinya mampu survive dengan cara sendiri dengan kekuatan diri yang memereka miliki, tanpa terlalu mengandalkan penilaian yang ada. Serta selalu bersyukur tentang semua yang telah dia miliki dan mampu mencapai tujuan tersebut tanpa takut merasa kekurangan.
Memulai untuk mencintai diri sendiri, menjadikan syukur perihal apapun yang kita miliki dan terlebih mampu menjadi diri sendiri.
Cukuplah dengan modal sehat baik fisik dan mentality, selalu nyaman dengan apa yang kita kenakan. Hal ini mampu membuat kepercayaan diri terbangun sehingga kita mudah menggapai tujuan diri.
(pic credit by : tumblr)
Tak mampu dipungkiri lagi kehidupan dunia saat ini lebih banyak dihabiskan untuk sesuatu yang terjadi di dunia maya. Mulai dari membina hubungan relasi dari sekedar pertemanan biasa sampai peruntukan akses jual-beli yang tanpa batas.
And then, Apa urusannya? Alhasil ini semua membuat menjadi semakin banyaknya dan mudahnya mendapatkan penilaian soal diri kita.
Benar atau tidak?
Mungkin perihal ini tanpa disadari pula dapatkah kita survive dengan diri kita atau how we can survive with myself, itu tergantung bagaimana hidup kita di dunia maya, yakni di dunia sosial media.
Namun pada dasarnya tuntutan mengenai hidup itu berawal pada dunia nyata namun semakin diperkeruh dengan semakin maraknya akses mudah dunia maya. Hal ini menjadikan manusia semakin kritis untuk bertindak dan menilai, satu dari tuntutan hidup yang tak mampu di hindari dan dilepaskan adalah adanya tuntutan dalam hal fisik atau bahasa lainnya yakni penampilan.
Terlebih sampai saat ini manusia selalu menjadikan penampilan adalah hal pertama sebagai fokus mereka. Karena naturalnya manusia itu selalu dengan mudah untuk melihat adanya kekurangan.
Yang menjadikan pula adanya dunia maya sebagai perantara dunia yang membuat manusia utamanya selalu mengfokuskan untuk men-scan fisik.
Tak perlu diragukan lagi,semua ini membuat seseorang akan lebih menjadi ambisus untuk merubah apa yang ada di dalam dirinya soal berpenampilan. Ditambah lagi dengan semakin maraknya cara-cara instan merubah "diri" dengan banyak alternatif, tanpa ribet di tunjang dengan semakin mudahnya akses dan tentunya dengan harga yang bervariasi mulai yang skala tinggi hingga yang penting ikut menjadi trendi.
Lalu apa salah nya?
Terlepas dari adanya tuntutan berpenampilan tersebut, sebenarnya sah-sah saja setiap orang untuk merubah diri dan penampilan mereka. Karena itu hak tiap individu, you are free to do it because some how you look prettier!
Pencapaian itu dapat sukses apabila kita mampu diterima di lingkungan kita baik nyata dan maya dengan kita yang mampu menjadikan diri kita sesuai dengan maksimalnya beauty standard in our society.
Memang hak kita seenuhnya untuk merubah penampilan diri, duit yang kita pakai juga duit kita sendiri. Tetapi ini semua bisa dipertanyakan lagi. Sampai mana anda puas melakukan itu semua? How much is too much?
Secara tidak langsung semakin kita banyak merubah semakin pula kita lebih peka, lebih mudah dan mudah menangkap lebih cepat adaya kekurangan.
Hal inilah yang mampu membuat kita untuk gampang kehilangan rasa syukur.
Kehilangan rasa kepercayaan diri dan bangga teradap diri kita yang sebenarnya.
Kehilangan kecantikan natural diri kita
Dan yang terburuk mentality kita menganggap seseuat di diri kta hanyalah sebuah kekurangan yang harus di rubah tanpa sedikitpun merasa bersyukur dengan apa yang telah kita miliki.
Sadari bahwa dunia kita bukan hanya perihal dari penilaian masyarakat, kitalah tang menggenggam erat dunia kita dengan semua yang telah kita miliki karena sejatinya tiap-tiap manusia memiliki keunikan yang menjadi kelebihan ini semua hanya mampu di kendalikan serta digunakan sebagai modal membangun suatu keercayaan diri oleh tiap masing-masing individu.
Jangan hanya menjadikan diri ini agar mampu berhasil dengan mengikuti kehendak beauty standard dan menjadi seseorang yang selalu mengikuti trend hidup yang ada dengan harus selalu mengeluarkan uang tenaga dan menerima rasa sakit yang ada demi itu semua.
Apalah arti suatu beuaty standard apalah arti suatu trend jika seseorang tak mampu menebar kebaikan kepada sesama, tak mampu berguna bagi sesama, tak mampu menikmati sepenuhnya apa yang telah diberikan di dunia.
Salah satu cara agar how to be a good person, adalah orang-orang yang memiliki midset baik terhadap dirinya menjadikan dirinya mampu survive dengan cara sendiri dengan kekuatan diri yang memereka miliki, tanpa terlalu mengandalkan penilaian yang ada. Serta selalu bersyukur tentang semua yang telah dia miliki dan mampu mencapai tujuan tersebut tanpa takut merasa kekurangan.
Memulai untuk mencintai diri sendiri, menjadikan syukur perihal apapun yang kita miliki dan terlebih mampu menjadi diri sendiri.
Cukuplah dengan modal sehat baik fisik dan mentality, selalu nyaman dengan apa yang kita kenakan. Hal ini mampu membuat kepercayaan diri terbangun sehingga kita mudah menggapai tujuan diri.
(pic credit by : tumblr)


.jpeg)
.jpg)
Comments
Post a Comment