Bahasa Gaul Yang Membingungkan
Liburan gue siang ini hanya diisi dengan kegabutan di kos, bangun tidur gue langsung beresin kamar dan mandi. Oh iya kemaren-kemaren gua uda bikin schedule buat ke bank ngurus buku tabungan gue, niatnya tadi pas selesi mandi gua mau aja langsung cabut ke bank and then
jeng..jeng..jeng
iya gua lupa kalo hari ini tanggal merah-_-
Menjelang pergantian tahun yang akan terjadi seminggu lagi kampus ngasih mahasiswanya libur sekitar seminggu tapi kita semua belom UAS, lalu orang-orang di sekitaran gue termasuk anak-anak kos pada balik kampung, sedangakan gue? Yaudah di kos aja cukup, gue nggak balik kampung karena beberapa alasan. Yang pertama gue belom UAS, bisa aja gua pulang ke rumah terus gua sambil bawa buku gitu belajar disana tapi itu nggak akan mungkin, gua uda pengalaman di libur semester genap kemaren gua belom UAS dan gua pulang sambil bawa buku, buku gua nggak kebuka sama sekali. Bawaanya gua kalo uda di rumah itu curhat ke Ibu-Bapak gue, ngurusin perintilan sekolah adek gua plus ngehandle jadi antar-jemputnya. Karena adek gue belom dibolehin bawa motor ke sekolah. Terakhir kenapa gue malah nggak belajar karena temen-temen gua di rumah uda pada rindu pengen ngajakin jalan gua katanya, Jadilah kerjaan kita hari-hari main-main doang ngumpul rumpi sana-sini.
Kalo nggak belajar nilai gua hancur parah, iya uda pengalaman soalnya.
Alasan kedua gue untuk nggak balik kampung karena tiket super duper mahal, harganya naik berkali-kali lipat, dan uda mahal cepet banget habisnya. Gua nggak tega melihat orang-tua beliin tiket mahal buat gue cuman untuk liburan seminggu di rumah, dan itu belom tiket baliknya lagi ke bogor. Ya sudah gua cuman bisa pasrah. Untuk menghabiskan liburan gue untuk mem-batu di kosan T.T
Kegabutan terus berjalan, gua yang hanya mengisi waktu siang ini dengan scroll up-down timeline di Instagram, dan swipe story orang sampai akhirnya gua-pun mulai bosan. Sampai pada akhirnya gua menemukan salah satu postingan story seseorang yang membuat gue terketuk untuk stalking profil dari orang tersebut dan. Menurut gua highlight story yang ada serta story terbaru-nya kali ini sedikit berbeda karena dia pake bahasa gaul?
"Jadi ogut uda nyobain es kopi di kedai..."
"Cengli lah.."
"Kek gini sekarang gue itu yang kek confuse, gimana ya?"
Satu kata dari gue cuman bilang, "Ini Orang Beneran?" Gua terbelalak. Sedikit tertawa disisi lain juga gua heran sama diri gua sendiri yang nggak tau bahasa macam kaya gini. Tapi ya sadar diri emang perkembangan teknologi saat ini tak mungkin bisa dihindari. Apalah daya gua menjadi orang yang nggak update apa-apa soal bahasa gaul, pertama gua membaca kata "Ogut" aja gua bingung apa artinya? hehe..
Sadar diri lagi gue bukan lah orang -orang kekinian dan jauh banget dari kesan gaul, iya apalah arti gue yang biasanya cuman mengisi keseharian dengan cukup hanya menjadi seorang budak-budak pengejar deadline laporan praktikum ini. Kehidupan dan pertemanan gua bahkan juga biasa-biasa saja, tak ada yang namanya bahasa Gaul apalagi pemakaiannya di kehidupan kita sehari-hari.Jadilah jelas gua langsung bingung mendengar bahasa-bahasa yang katanya "Gaul ini".
Singkat cerita, ntah dari mana asal-usulnya siapa yang menciptakan menurut gua sah-sah aja generasi millenial ini pakai bahasa gaul. Cuman kesannya akan sangat membingungkan ketika ada orang awam misalnya seperti kejadian gua diatas tadi yang membacanya, but no problem bro..sist!
Selagi kalian masih bisa menjaga tutur serta tata krama di media sosial itu nggak akan menjadi persoalan, kunci utama bukan lah di pemakaian bahasa namun bagaimana kita menempatkan diri menjadi seorang netizen yang mampu bijak dalam bertutur kata di era digital saat ini.
Karena menurut gua kebebasan teknologi berbuah dengan semakin kesini membuat banyak orang bergeser dari sosial media yang awalnya hanya sebagai tempat komunikasi virtual menjadi tempat adu mulut lewat saling serang antar komentar dimana makin kesini, makin sering gue lihat makin maraknya kemunculan Hate Speech dan terlebih adanya Cyber Bullying. Dan siapa saja bisa menjadi sasaran empuk serta korban komentar-komentar para netizen sekalian.
So point-nya, Mau kita pakai bahasa apapun itu, ya itulah wujud pengekspresian diri kita, namun alangkah lebih bermakna jika sebelum kita utarakan kaji terlebih dahulu apakah kita telah bertutur kata baik atau buruk?
Semoga hari-hari kalian semua tidak gabut sepertiku.
xoxo
.jpeg)
.jpg)
Comments
Post a Comment