Sosial
Masih jam 07.30 pagi dan gua uda di kos, ini hari jumat seharusnya jadwal gue padet mulai masuk jam 07.00 pagi sampai-sampai nanti pulang jam 06.00 sore, itu semua hanya ada jeda satu jam setengah untuk sholat dhuhur. Kenapa gue uda di kos aja karena dosen gua tiba-tiba ngabarin kalo hari ini kelas diliburkan hari ini nggak ada kelas pagi untuk kuliah dan praktikum, padahal gue uda siap makalah sepaket dengan slide power point yang uda selesai dengan sekelumit hitungan yang menurut semua orang termasuk gua juga itu cukup rumit yang uda dibela-belain gua cari demi memenuhi tugas dari beliau. So siapa yang nggak tiba-tiba naik darah?
"Mau gimana lagi, ya namanya aja dosen?"
Lalu gue bisa apa, sekelas uda pada hectic nggak tau mau ngapain lagi selain protes ke dosen tersebut orang-orang marah ditambah hampir semua anak kelas gua berkata yang tidak seharusnya atau biasalah berkata kasar tapi menurut gua itu lebay apalagi lo itu cewek plis deh mbak. Ya tau situ lagi kesel tapi lebay menurut gua, selain marah akhirnya dibantinglah itu semua makalah yang sudah tersususn rapi.
And then how about me? di dalem diri gue ya, tolong gitu konfirmasi jangan tiba-tiba pagi semua uda dateng semua uda siap semua uda mateng buat cari nilai dari presentasi. Gua juga rasanya ingin naik darah terlebih-lebih melihat adanya suasana seisi kelas yang makin-makin panas bikin gua ikut terbawa, tapi tahan bil tahan. Heuhh..!
Ya itulah manusia
Manusia dengan segala tingkah lakunya, dengan segala keribetannya, dengan segala urusannya yang bertubi-tubi, dan dengan segala kemauannya.
Hidup dilingkungan sosial jauh dari rumah tempat asli gue tinggal dengan kesendirian tanpa siapa-siapa tanpa ada salah satu orang keluarga, membuat gue secara tidak langsung harus menempa diri sangat keras agar gue bisa bertahan hidup disini.
Which mean perihal ini semua dengan gampangnya banyak orang di luar sana bilang ke gua secara langsung atau enggak mau siapapun itu
"Lu jadi orang jangan gampang stress"
"Jadi orang jangan pusing-pusing"
"Jalani aja lu uda enak bisa kuliah di kampus negri yang bagus, deket sama Jakarta lagi, nggak perlu di buat susah tau"
"Hidup ya hidup, jalani aja"
"Jangan stress deh tinggal jalani aja kok lu ribet banget"
"Lu jadi orang jangan gampang stress"
"Jadi orang jangan pusing-pusing"
"Jalani aja lu uda enak bisa kuliah di kampus negri yang bagus, deket sama Jakarta lagi, nggak perlu di buat susah tau"
"Hidup ya hidup, jalani aja"
"Jangan stress deh tinggal jalani aja kok lu ribet banget"
"Lu harusnya bisa hidup enak, tinggal di kota gede"
"Lu enak tau kuliah jauh tapi deket Jakarta"
"Yaelah nanti juga gampang cari kerja orang uda deket sama ibukota"
Dan yang sangat ekstrim dan paling bikin gua nyesek banget banget banget! itu saat ada yang bilang
"Lu itu uda enak, kuliah kampus bagus walaupun jauh dari rumah tapi deket sama Jakarta dan yang semuanya dibiayain sama orang tua itu hidupnya enak, ngapain hidup pake ribet terus jadi stress?"
jlebbbb.....
Gua nggak tau kenapa semua omongan itu rasanya menusuk diri gua tapi jika dipikir sekilas, Fakta yang ada ya memang seperti itu. Lain sisi bukannya gua nggak bisa fight dengan diri gua sendiri sehingga kesannya hidup gua itu sangatlah berat tapi lu juga harus tau gimana sebenernya tatanan kehidupan sosial disini yang gua jalani tiap hari. please!
Buat orang yang pernah ngomong seperti itu ke gua, rasanya pasti gua kesel. Pikir aja yak! itu semua mereka enak tinggal ngomong nuntut sana-sini, sedangkan gua disini yang menjalani hidup bener-bener mati-matian, hidup disini nggak segampang omongan orang, hidup disini gak bisa kalo ga tanpa perjuangan apalagi gua harus bisa menyelesaikan pendidikan gua ini dengan penuh tanggung jawab terlebih-lebih untuk orang tua gua dan untuk diri gua sendiri.
Gua merasa sendiri disni mempertahankan hidup gua dengan seorang diri dengan segala kekerasan sosial yang ada dengan segala tuntutan besar yang secara tidak langsung diberikan.
"Bagaimana bisa?"
Semuanya berbeda lingkungannya, dan yang paling berbeda yakni dari orang-orangnya. Iya semua orang-orangnya walaupun toh sebenarnya kita itu sama. Iya semua sama-sama orang Indonesia tapi, in the other society in same place there so diffrent. Gua menyadari bahwa diri gua yang sesungguhnya ini hanyalah seorang manusia yang sangat susah untuk mampu secara cepat beradaptasi di-lingkungan baru, gua menyadari gua sedikit susah berinteraksi dengan orang, gua susah untuk bisa masuk ke lingkungan pertemanan, dan sampai saat ini dari perihal itu semua, menjadi salah satu pikiran yang meghantui diri gua dengan pertanyaan adakah salah dalam diri gua? Maka dari itu secara nggak langsung hal ini membuat diri gue lebih memilih untuk punya sedikit orang disekitar gua tapi orang-orang tersebut mampu memahami satu sama lain.
Bukan gua benci dengan orang-orangnya, bukan gua benci dengan mereka bukan gua nggak suka dengan si ini itu, tapi gua cuman kurang bisa menerima dengan caranya iya cara mereka semua. Cara bagaimana mereka berteman cara mereka bersosial dengan lingkungannya cara mereka memperlakukan sesama cara mereka membangun pertemanan cara mereka membina adanya hubungan antar satu dengan lain.
Nilai-nilai ini yang gua rasa sangatlah jauh berbeda dengan apa yang ada dan tertanam dari gua kecil dimana saat itu gua diajarkan Ibu gua untuk bisa dan mau berteman dan memahami, patuh satu sama lain. Dan nilai tersebutlah yang mungkin saat ini gua belum bisa menerimanya terlebih untuk menerima bagi kehudupan diri gua sendiri ini.
Gua mencoba untuk terbiasa, mencoba ikhlas untuk lebih memahami sambil terus berupaya untuk mengobervasi gimana orang-orang ini semua bisa hidup dengan tatanan bersosial mereka yang seperti ini. Ntah apa sebenernya yang membuat berbeda? Pola pikirnya kah? Aturannya kah? gua nggak tau, intinya mau nggak mau biar gua bisa bertahan hidup gua harus mampu fight mengadapi ini semua. Banyak orang sesama perantauan seperti gua ini yang gua tanya bagaimana dia bisa menjalani kehidupannya di tanah rantaunya saat ini, dan jawabannya susah. Memang susah memang jauh berbeda, itu yang mereka katakan. Dan mereka semua terbesit selalu untuk mencari kehidupan aslinya yang jauh walau disini menurut gua orang-orang itu semua telah meraih kesuksesan di tanah rantaunya saat ini.
Lalu hidup gua gimana? gua nggak bisa semena-mena nangis terus pengen balik ke rumah, gua harus bisa menjalani kehidupan. Mau gimana lagi?
Mungkin dari itu semua gua bisa melihat kembali apapun yang kemarin udah terjadi, pengalaman yang kemaren gua lalui bahwa yang gua tekankan saat ini, se-enggaknya kembalikan lagi tujuan gua hidup disini itu apa bil? gua kesini untuk apa? dan terimalah bahwa yaudah bil lo harus ikhlas kalau ini semua pertanggung jawab lo atas segala pilihan yang telah lo pilih"
"Tidaklah ada seorang hamba yang hidup di bumi-Nya tanpa diberikan ujian hidup oleh-Nya"
Pokok tersebut mungkin yang akan menjadi landasan dasar gua menjalani ini semua, nggak ada seorang pun yang bisa gua jadikan pegangan hidup selain-Nya, ntah makin beratakan seperti apalagi hidup gua ini jika tak berpegangan pada-Nya.
Masih jauh kehidupan gua masih banyak tugas yang belum gua selesaikan, masih ada tanggung jawab besar gua terhadap Ibu-Bapak gua yang rela gua tinggalin jauh disana demi ini semua.
Masih jauh kehidupan gua masih banyak tugas yang belum gua selesaikan, masih ada tanggung jawab besar gua terhadap Ibu-Bapak gua yang rela gua tinggalin jauh disana demi ini semua.
Buat kalian pembaca tulisan gua ini yang merasakan sama-sama susahnya hidup dengan perbedaan tatanan sosial lu harus tau kalau hidup lu nggak semena-mena untuk mikirin itu semua masih banyak yang harus lu pikirin, masih banyak yang harus lu kerjakan. plis, jangan terlalu merisaukan sosial yang mungkin cuman bisa ngabis-abisin waktu hidup lu
Gua kembalikan lagi, semua ini bisa jadi ujian buat gua untuk menambahkan lebih-lebih kesabaran yang ada diri gua, toh semua yang kita jalani apapun yang kita lakukan itu gua yakin pasti ada balasannya. Nggak ada lagi cara kalau kita harus lebih menambah ikhlas sama kesabaran yang ada.
Gua kembalikan lagi, semua ini bisa jadi ujian buat gua untuk menambahkan lebih-lebih kesabaran yang ada diri gua, toh semua yang kita jalani apapun yang kita lakukan itu gua yakin pasti ada balasannya. Nggak ada lagi cara kalau kita harus lebih menambah ikhlas sama kesabaran yang ada.
Manusia ya itu manusia, ya begitu lagi mau diapa-apain juga nggak akan bisa terselesaikan selama kita masih tinggal dan hidup di situ. Salah satu intinya bagaimana kita menjadikan diri kita ini mampu menjadi manusia yang bisa bertahan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran diri mengahadapi dan melewati ujian yang diberikan oleh-Nya.
ps : baru gua post pas malemnya, karena tetiba kuota gua tadi habis. Sekian Terimakasih, semoga bermanfaat! love!
.jpeg)
.jpg)
Comments
Post a Comment