Individu
Terlampau sudah dua hari ini Bogor hujan tiada henti pagi siang gerimis dan dari sore sampe tengah malam hujan cukup deras serta sudah pasti dingin dua hari pula suhu berkisar 24-22°C, dan tepat senin kemarin gue tepat memasuki semester ke-empat di bangku perkuliahan. Sungguh ini semua berjalan begitu cepat. Sore ini gua sempatkan menulis sedikit cerita perihal manusia iya manusia.
Seorang manusia dengan segala sifatnya dengan segala omongannya dengan segala keribetannya dengan segala keluh-kesahnya dengan semua tingkah laku-nya yang berhasil membuat gua terpana dengan itu semua.
Bisa di bilang sudah hampir usia kepala dua gua hidup di dunia ini, dan dari rentang waktu tersebut membuat gua menemukan sekaligus mengalami banyak sekali interaksi plus pengalaman bersama orang-orang di dunia yang pernah mengisi, datang juga muncul dalam hidup gua. And I don't know how??? karena teori memang benar kita adalah makhluk sosial makhluk yakni makhluk yang tidak bisa hidup sendiri. That true, ok.
Gua bersyukur sang pencipta mempertemukan gua dengan banyak sekali orang-orang tak disangka, dengan manusia-manusia super tangguh yang menginspirasi gua untuk lebih kuat menjalani kerasnya dunia yang selalu diburu waktu.
Gua bersyukur sekaligus besar terimakasih gua dengan seseorang yang menerima gua dengan banyak kekurangan yang gua punya sekaligus mau merawat gua, mendengarkan ocehan gua tanpa lelah tiap kali bertelfon memulai cerita perihal keluh-kesah dan tulus menemani juga membimbing sampai dititik saat ini gua berdiri
Gua bersyukur dipertemukan dengan manusia yang membuat gua bisa belajar kalau hidup nggak melulu menuruti segala sesuatu soal urusan dunia hidup itu perjuangan bil!
Gua bersyukur bisa dipertemukan dan bisa mengenal seseorang yang tiba-tiba meninggalkan tapi dia selalu berhasil membuat gua selalu meng-ingat dan menghidupkan kembali sebuah kenangan, termasuk persoalan hidup dengan pertemuan yang dipisah perihal jarak, waktu, dan rindu.
That so' amazing guys! tanpamu apalah aku, terimakasih sekali lagi.
Terimakasih atas sikap kalian semua yang mampu membuat gua melampiaskan suatu hal menjadi sebuah tulisan, dengan kalian aku menulis aku belajar!
Dan kenyataanya inilah gua yang sebenarnya yes I'am textrovert hal-hal yang gua bisa bebas lakukan melalui perantara tulisan. Karena selama ini mungkin terlalu banyak hal yang datang sekaligus menginspirasi, terlalu banyak perkataan yang tak bisa gua tanggapi hingga akhirnya gua hanya bisa membalasnya dengan tulisan-tulisan tersembunyi ini.
Banyak orang diluar sana bilang kalau karakter atau watak itu tak bisa di-ubah. Iya manusia tak bisa terlepas dengan apapun yang berhubungan dengan perilaku dan karakter yang ada di dalam dirinya. Perilaku dapat dirubah karena dari artikel yang gua baca perilaku ini bersifat habbit, sehingga dapat merubahnya tapi terjadinya perubahan tersebut tergantung masing-masing individu. Namun bagaimana dengan karakter? diantara artikel yang gua baca menyebutkan kalau karakter seseorang telah melekat bisa jadi karena itu semua berasal dari adanya gen/bawaan keluarga, munculnya sikap dan perilaku yang mudah contoh, adat istiadat dan kebiasaan dan etika yang ditanam dari kecil bisa melalui pendidikan yang telah diberikan dan peranan sosial tempat seseorang tersebut bertumbuh.
Gua tak paham pasti soal pembahasan persoalan ini, yang jelas manusia menurut gua makhluk yang begitu kompleks, ciptaan-NYA yang paling sempurna dan satu lagi rumit. Iya rumit.
Terkadang gua dibuat heran dengan sifat manusia ada saja yang ingin mereka sengaja tunjukkan, ada yang lebih terlihat di antara sekelompok orang, ada yang hanya banyak komentar di belakang dan ada juga yang pendiam tapi di balik diamnya dia sangatlah tajam. Apalagi soal teman yang bisa dibilang masih seumuran. Gua kadang heran sampai gua nggak habis berpikir dengan ini semua tak jarang pula kadang gua-lah yang jadi korban diatara rentetan perilaku, kadang gua salah perlakuan bukan salah perlakuan sebenarnya ini semua membuat gua kadang suka salah bersikap.
Gua merasa gua nggak bakalan bisa menuntut mereka jadi ini itu seperti idealnya yang dunia mau dan apa yang gua mau biar gampanganya gua nggak perlu susah-susah untuk mengambil tindakan dalam berurusan dengan mereka semua. Kalau itu merupakan apa milik mereka, kalau memang dasarnya mereka seperti itu lantas apa urusan gua, mau merubah? Tidak mungkin bisa. Natural-nya mereka memang seperti itu. Masih banyak pertanyaan perihal keberadaan manusia dan segala tingkah lakunya yang masih menjadi hal besar yang ingin gua observasi dengan pemikiran gua sendiri dan gua ingin cari tahu sendiri.
Sedikit solusi yang berhasil gua temukan yakni, semua orang punya kelebihan dan kekurangan. Dan lu mau nggak mau harus menerima itu semua karena itu bagian dari yang mereka punya. Yang lebih penting itu semuanya kembalikan lagi ke diri lo sendiri bil, lo juga punya kelebihan dan kekurangan. Benar kata ibu gua kalau kamu itu,
Jadi tambah-lagi, di tambah terus sabarnya bil, Bismillah!
"jangan hanya mau dimengerti tapi kita-lah yang harus terlebih dulu mengerti"
Jadi tambah-lagi, di tambah terus sabarnya bil, Bismillah!
.jpeg)
.jpg)
Comments
Post a Comment