Twenty


Bisa dibilang dua hari kemarin adalah salah satu hari yang paling ter-emosional di hidup gua, sekalinya gua bahagia tapi disisi lain gua juga nggak bisa untuk menahan air mata gua keluar, yes I am too deepest person. Kalo kata bahasa Indonesia-nya gua kebanyakan bawa perasaan. That's tottaly weird dan dirasa lebay banget emang, buat kalian orang-orang yang belum mengerti gue kaya gimana orangnya. Tapi inilah kenyatanya. Gua ini ansos parah, gua suka susah di lingkungan, gua sulit adaptasi dengan cepat dan gua beranggapan kalo toh sebenarnya gua ini belum mampu buat cocok sama beberapa orang. Gua lebih memilih ke-pendekatan intrapersonal dan gua lebih memilih melampiasakan semuanya ke menulis ke tulisan, uda gua jelasin juga di postingan sebelumnya Iam truly Textrovert. Tapi dua hari yang lalu juga membawa satu kegembiraan tersendiri yang it's more enough crucial for me, yap!

Alhamdullilah gue masih diberikan oleh yang maha kuasa usia, sekalipun di tahun ini gue bertambah usia dengan kondisi yang berbeda dari tahun sebelum-sebelumnya. Gue ada di Bogor dengan cuaca yang super duper dingin karena tiap tengah malem sampai pagi hujan melulu. Tapi dengan orang sekeliling gua yang mampu mencairkan beku-nya suasana. 

Too much blessed by Allah, Alhamdullilah wa syukurillah.

Banyak orang-orang berarti yang mau buat sekedar mengingat gua di tengah kesendirian gua untuk bisa bertahan hidup di kota orang yang jauh dengan orang tua, Orang-orang yang mau berteman dengan gua yang banyak kekurangannya ini.
Satu hal yang paling penting dan berarti buat gua adalah ksediaan kalian semua orang-orang terdekat gue untuk mengingat iya ingat. 
Terimakasih sekali buat teman-teman yang uda lama bersedia untuk mau berteman sama gue, mulai dari gua kecil sampai menjadi tua yang menyebalkan dan penuh dosa saat ini,
Apalah artinya hidup gua tanpa kalian semua, terimakasih maaf gua belum bisa membalasan semua kebaikan kalian. 

Teruntuk Ibuk dan Bapak, Terimakasih untuk jutaan cinta sejati selama ini, maafkan anakmu yang masih saja suka ngeyel dan terkadang membuat kalian memuncak amarahnya. Terimakasih atas keikhlasan Bapak dan Ibu untuk mau memanjatkan doa tiada terputus sampai saat ini, sungguh anakmu ini masih jauh dari kata taat serta perlu belajar agar bisa menjadi orang tua super tangguh seperti kalian berdua. Apalah daya ragaku apalah arti buah pemikiranku tanpa kalian berdua, Terimakasih Terimakasih, Semoga allah akan selalu memberi balasan yang setimpal. Perjuangan kita masih harus berlanjut ya buk, pak! Mari bimbing aku agar kuat mengembangkan layar di luasan samudra yang harus siap dihantam badai dan deburan ombak, kita sekeluarga kuat!

Untuk mbah uti, the one of my strong woman in the world setelah Ibu gua, terimakasih atas Ilmu kesabaran dan tangguhnya. Semoga cucu-mu kelak bisa setangguh mbah ya, wanita nggak bisa diam saja. Wanita nggak boleh berpangku tangan, dan jangan pernah jadi manja. Terimakasih. Dua hari yang lalu juga telfon dengan mbah durasi 56 menit 31 detik cukuplah membayar rasa rindu yang tak terbendung. "Sudah kak nggak perlu terharu"  walau mbah sebenarnya tau jelas kalau gua nggak bisa menahan tangis. Nggak bakal akan ada yang bisa menggantikan mbah, semoga sehat selalu mbah, semoga Allah kasi umur pan jang yang barokah. Aamiin.

"Umurnya bertambah di tambah lagi pinternya, di tambah lagi Ibadahnya, ayo Istiqomah. Belajar yang giat biar nilainya bagus, nanti kalau nyari kerja nggak susah. Hati-hati di kota orang"

Dan yang satu ini bisa di bilang paling spesial dan paling rusuh sedunia tapi gue cinta kalian semua kok, slow! Iya teman-teman mau teman kuliah sma atau ya semuanya lah-ya, mbak-mbak kos dan kakak tingkat seper-sejmpan. Kalian semua terbaik, apalagi perihal rebonding, ching-u nitak terimakasih banyak editan foto my purberty that so gembel banget ya emang waktu itu tapi yak terimakasih kalian terbaik! Terimakasih buat hujatan-hujatan ketika umur gue makin tua jangan pernah lupakan kedongdongan kita waktu SMP, terimakasih.Apalagi buat yang satu ini PEM alias Pojok Etan Mburi, Terimakasih Aryak, Jija, Ichabul, Colid dan Om Wapi yang selalu berhasil bikin perayaan ultah ala-ala lewat online. Dan kalian selalu bisa bikin perut gueh sakit, Alhamdullilah gue bisa mengenal orang-orang GILA kayak kalian semua. Allah bless u ya rek!

Terimakasih buat mbak-mbak "Hebs Squad" yang nggak pernah absen buat nyurpriesin anak-anak kos yang lagi ultah, yang nggak bakal pernah mintak balasan buat ditraktir. hehehe. 
Terimakasih Bu haji puspita sejuta doa kembali kepadamu, jangan patah semangat! 
Terimakasih Mas Rio, senior langka sesama Omda se-Suroboyoan, sungguh anda yang paling mengerti keadaan adik-adikmu yang penat kan tugas dan lab. Semoga sukses berkarir di jakartaaa! 
Teruntuk semua orang yang uda ngucapin dan memberikan banyak doa serta wish buat gua, terimakasih semuanya berarti semoga doanya balik lagi ke kalian semua, and love u guys

Gua rasa cukup, ucapan terimakasih diatas uda kayak gue berasa nulis ucapan buat skripsi ntar. Tapi yang penting gue senang gua berhasil menuangkan segala emosional yang ada. Perasaan gue berasa lega, akhirnyaa..
Dari kejadian dua hari yang kemaren membuat gue akhirnya mengerti mana yang jujur, mana yang benar-benar tulus, dan  mana yang mau benar-benar merima. Bukannya gue menuntut untuk mengingat. tapi ya semuanya perihal keikhlasan. Semoga semua Allah membalas kebaikan-kebaikan kalian. Gue mengerti sekarang dari kejadian yang telah terjadi itu 

"Nyatanya, memang tidak ada di dalam inginmu"

Terimakasih atas kehendak allah yang membuat gue bisa mengenal lo, dan gue sangat bersyukur.  Insyallah lo bisa menjalani hidup more better than now. Hidup gue memang penuh drama, gua juga heran dengan hidup gue. Dan dari itu gue merasa selama ini terlalu banyak membuang waktu, terlalu banyak membuang sebagai energi gue demi keperluan yang sebenarnya itu nggak terlalu penting buat kehidupan gue kelak. Iya ketidakpastian, gua yang awalnya masih berpositif thinking tapi saat ini gue salah gue perlahan takbisa mempertahan kan. Terimakasih kini gue mulai sedikit sadar, 
Harapan gue perlahan benar-benar terpatahkan..

Masih banyak yang harus lebih penting gua pikirkan, masih banyak orang-orang yang perlu gue lebih pahami daripada sekedar mementingkan perasaan yang belum tentu terbalaskan sepenuhnya, tapi ntah juga apakah pernyataan ini benar? gua masih bimbang. Tapi intinya gue kali ini lebih sedikit paham apa yang terjadi saat ini, and ok what's wrong with me? Gue berharap semoga drama yang satu ini semoga cepat mendapatkan jalan keluar yang benar-benar dapat menyelesaikan. hhmm..

"I don't know  how much time we got? I don't know how much to say? I don't know tell me what you want? bcs, sometimes find you meke me so broke, but fine thank you"

Finally, peeps! I'am Officially 20th, Fully support and Allah blessed, Super duper exciting! Iam twenty and Iam free, yak!
Blessed by Allah, Alhamdullilah.

Comments