Hari Gabut

Perkulihan gue memang setiap sabtu-minggu selalu libur, dan seharian ini gue menghabiskan waktu cuman main hp, beres-beresin jemuran dan gulung-gulung di kasur. Sabtu ini gua isi untuk bergabut-gabutan ria, karena memang gua lagi males ngerjain apa-apa. hhmmm....

Kali ini sdikit gua ingin bercerita, dan cerita gua selalu nggak pernah jauh-jauh perihal manusia iya manusia. Nggak akan ada bosennya memikirkan makhluk Allah SWT yang satu ini.
Oh iya sebelumnya sedikit curhat aja sih, semseter empat kali ini materi gua full dengan materi-materi Ke-Teknikan-Pangan yang memang butuh pemahaman berlebih di otak gua, belum lagi ada beberapa matkul yang bener-bener ngawang/menghayal yang ga jelas, beneran. 

Sembari otak gua di tuntut mikir pake logika untuk memacahkan masalah di matkul yang lain otak gua juga di tuntut buat mikir dan memahami kaidah-kaidah standar, juga beberapa spesifikasi dan persoalan yang ada di lingkup industri pangan itu sendiri, misal ISO-Labratorium Pangan, Kualitas Mutu Pangan dan Inspeksi-inspeksi pangan beserta segala macam rentetan aturan dan undang-undangnya. Gua harus kerja ekstra!!

Belajar gua pasti harus banyak baca, tapi yang disayangkan dan sedikit membuat gua sedih:(((((
Semseter ini mengharuskan gua untuk banyak-banyak baca materi kuliah, jadi deh gua nggak bakal ada waktu buat baca-baca buku di luar materi perkuliahan gua. Dan saking banyaknya teori teknik dan beberapa materi pengikut yang lainya jadinya deh, gua bingung harus belajar yang mana dulu? T.T

Kembali lagi ke niat gua untuk bercerita, nggak lengkap rasanya kalau kita di dunia hidup tanpa orang lain. Cause we are naturally social beings, ok. Kemarin gua ikut nimbrung di suatu forum se-angkatan program studi gua di kampus. Dan satu titik balik yang berhasil gua dapatkan dari datangnya gua ke pertemuan gua semalam adalah. Hidup  itu nggak gampang bro, why?

Nyatanya secara sadar kadang di suatu situasi yang tidak bisa di prediksi kita dipaksa lingkungan tempat kita hidup untuk touch down alias menjadi tidak mampu mempertahankan, apa yang kita jadikan prinsip  apa yang menjadi buah pemikiran keras kita dan apa yang menjadi isi pikiran kita kadang tak bisa di terima di sosial. Sehingga menurut gua, bisa jadi dari situlah muncul sikap agar kita bisa tampil dan dilihat banyak orang demi mempertahakan prinsip yang ada pada diri kita. Sering pula kita mati-matian berjuang demi suatu opini, dan terkadang harus pula gontok-gontokan untuk memenuhi idealnya kita seperti apa. 

Manusia ya manusia makhluk paling sempurna di bumi yang diciptakan khusus oleh Allah SWT makhluk yang diberi akal dan pikiran. Pemecahan masalah dari setiap orang itu berbeda karena mereka punya sudut pandang yang berbeda gampang-nya tiap orang dlahirkan untuk punya pemikiran yang berbeda. Dari sini juga gua belajar, melihat bagaimana orang-orang bersikap bagaimana orang-orang tampil demi sesuatu dan bisa di bilang suatu achivement untuk dia pribadi, Iya karena dia berhasil membuat semua mata tertuju padanya semua orang setuju dengan opininya.

Hhhmmmm......, berat memang. 
Ntahlah gua nggak bisa berbuat banyak di forum yang kemarin gua datangi. Diforum yang cukup ramai dan sedikit berat bagi gua pribadi, kenapa? Pada saat itu gua pure hanyalah menjadi seorang pendengar karena memang gua tak mau berkomentar.

Bukannya gua takut buat mengutarakan pendapat tapi karena menurut gua bahasan di topik forum semalam sudah cukup panas dan gua tak mau banyak-banyak mengutarkan sesuatu alasannya klasik karena hampir semua tokoh yang ada iya semua yang terlibat menurut gua sama-sama ingin tampil sama-sama ingin dilihat dan tak mau sedikitpun digugat.

Dan gua ya sudah buat apa? Menurut gua cukup jadi observant saja adalah kesimpulan terbaik. Diforum itu juga membuat gua menerapkan apa yang disebut dengan "Diam itu emas" hehe

Balik lagi juga, sikap bijak dari diri seseorang itu menerut gua pribadi sangatlah relatif, iya relatif tergantung dari siapa yang menilainya. Belum tentu apa yang dikatakan teman gua orang itu bijak menjadi bijak juga menurut dari penilaian gua.

Rapat semalam membuat gua belum bisa menerima soal bagaimana pengambilan keputusan, tapi ya sudahlah yang penting bagi gua itu kalian semua mampu untuk berdamai diantara persoalan,

Penting juga sebenarnya,  hasil keputusan yang terbaik adalah keputusan yang diambil dengan damai tapi itu semua yang paling bijak yang mampu menyelesaikan permasalahan tanpa adanya ketimpangan atau berat sebelah, tanpa adanya egosentrisme di dalamnya. Keputusan yang membuat semuanya puas, yang membuat semuanya bisa menerima dan semua bisa ikhlas menjalani-nya. Tapi itu semua sejatinya hanya menurut gua bisa jadi berbalik dan berbeda pendapat terlebih bagi setiap orang.

Untuk kejadian semalam, speechless. Terimakasih forum angkatan kamu buat aku belajar bagaimana soal penilaian bagaimana untuk lebih sabar dan  mampu untuk memahami. Semua tidak mudah memang, semua itu berbeda. At least 20th, it is age where we feel less caring and want to be seen. Better than yesterday ya all. huft!

xoxo



Comments