Terlewati Sudah


Arigatou netizen!
siang ini gua akan mengisi waktu tunggu gua buat flight dengan menulis kembali merinngankan beban pikiran dan jelas biar ga bosen. 
-Selesai sudah semster 4 gua-
semester-semester penuh penghinaan, semester penuh problem, hectic and more more more drama, semester genap dengan materi yang super duper abu-abu alias ga jelas, semester yang ngasih tau gua bagaimana sifat temen-temen deket lo selama ini. Alhamdullilah..alhamdulllillah..alhamdullilah

Dan setelah gua melewati masa-masa itu akhirnya gua bisa kembali, kemana lagi kalau bukan rumah. 
There is no place like home, 

Terimakasih untuk bogor pelajaran hidup yang telah kau berikan lantas tak bisa membuat gua untuk bisa melupakan esensi dari ruma dan esensi untuk pulang. Walau bogor tanpa sadar telah berhasil membuat gua harus fight dan survive agar bisa menempa hidup gua, bogor juga membuat gua perlahan menjadi seorang manusia yang lebih baik dari diri gua di masa lalu, membuat gua paham sebuah perjuangan dan bogor juga yang membuka mata gua dengan menunjukkan lika-liku bagaimana bisa kita menjadi manusia dewasa, yha...... 
Bogor punya sejuta cara untuk itu. 

Tapi dari perjalanan panjang yang sedikit demi sedikit terlampaui, karena gua telah menjalani. Bukan berarti itu semua menjadikan gua untuk lupa kemana tempat gua kembali kemana gua bisa menjadi diri gua sebenarnya kemana gua bisa mencurahkan tagisan juga emosi ini kalau bukan kembali ke rumah. 
Ya rumah bagi gua pribadi juga punya cara sendiri untuk menjadikan seorang annisa salsabila menjadi manusia seutuhnya, berbeda dengan bogor sebagai perantauan yang harus fight dan jatuh bangun. Disini, dirumah menjadikan gua manusia dengan penuh hangat dan tentunya kasih sayang ikhlas. Ntah dimana lagi gua bisa menemukan itu selain di rumah gua sendiri.
Setahun nggak pulang adalah rekor terlama gua meninggalkan rumah, demi menyelesaikan urusan. Gila dan sangat berani kalau kata teman-teman seperantauan, 
"lu masih di pulau jawa tapi lu nggak pulang bil?"

Bagaimana lagi, awalnya gua berpikir yaudah lah ya inilah jalan yang harus gua jalani. Tapi makin kesini makin kerasa dan membuat pikiran dan jasmani gua semakin nggak sehat. Hari-hari nggak jelas, kadang gua merasa kosong dan menyadari bahwa kalau gua di tempat perantuan ini bener-bener sendiri banget banget banget!
Dari situlah gua gua tersadar urgentsi sebuah rumah itu seperti apa, jadi pulang lah selagi ada waktu. 

Comments