Soal Motivasi
Tinggal menghitung beberapa jam lagi tahun berganti, dan kembali apa yang sudah kamu dapatkan di tahun ini? pertanyaan klise yang menurut gua cukup membuat triger dan menyadarkan gua.
20 tahun gua hidup di dunia, bener nggak percaya gua bisa menjadi sorang manusia, nggak kerasa kan? Uda tua juga gua ini. By the way perasaan baru kemarin gua nangis ke mama gara-gara nggak boleh jajan ice cream karena takut pilek. Perasaan baru kemarin gua bertengkar perkara remote tv sama adek. Tapi sekarang nggak kerasa gua uda mau nyusun TA aja, uda 100 sks aja. Ugh my old zemester totally confused, of course.
Bisa dilihat juga makin kesini fenomena pergantian tahun menjadi salah satu ajang mempertontonkan kilas balik secara bebas oleh khalayak umum di social media. But okelah kalau ini ya, karena dari sini juga bisa mengingatkan kita untuk dapat senantiasa bersyukur.
Momen pergantian tahun juga gua lihat menjadikan sebagai ajang unjuk kata-kata atau quotes. Lantas nggak ketinggalan juga soal beberap post kata-kata galau ala-ala. Kebanyakan yang gua lihat postingan quotes galau perihal kenangan, belum lagi soal ajang bikin story sambil update harapan-harapan di tahun yang akan datang I mean that is about your want gais...
Not your need, even you pray I think Allah always bring your needed. Dan update kaya gituan di insta-story or whatsapp story or etc at least buat gua itu semua not gonna works, yea.
Makin kesini kenapa gua nggak mempan sama yang motivasi-motivasi, gua lebih suka di kritik aja daripada di motivasi. Arahnya bagi gua kritik itu melegakan lo jadi tau mana yang harus perbaiki mana yang lo harus secara intens lo bisa segera benahi. Dan kritik yang paling-paling mempan ke diri gua, mana lagi kalau bukan omelan dari mak dan bapak gua.
Alasan lain kenapa motivasi nggak terlalu pengaruh ke gua, karena kadang menurut gua kalo terlalu percaya sama motivasi malah makin bikin orang bertindak nggak rasional. Survive sama diri sendiri nyatanya bukan hanya membutuhkan motivasi tapi membutuhkan kemauan, dan membangun kemauan itu pakai akal dan mau dealing with yourself itu sendiri yang lebih penting. Emang sih motivasi disini lain peting tapi ya mentok cuman works berapa persen untuk hidup kita. Prinsip hidup sama motto itu muncul dari diri kita masing-masing presentase motivasi disitu ya mungkin kalo buat diri gua sekitar 20% nggak lebih sisanya ya harapan lewat doa dan yang penting adalah act atau pengalaman yang uda berhasil gua, diri gua sendiri yang sudah berhasil lalui.
Btw lagi nih mupung terakhiran di 2019. This actually not my year, but thaks for all positive vibes, experience, learn, energy and hope. Terimakasih sudah banyak mengingatkan gua bagaimana arti memaafkan, berterimakasih, bersyukur, sedih, sabar, down, karena hidup nggak melulu perihal diri sendiri, dan jangan berubah hanya karena ingin menyesuaikan keinginan society lo. Terimakasih selama ini sudah punya ekspektasi namun nyatanya berharap ke manusia itu adalah hal yang bisa di bilang cukup menyakitkan. Terimakasih lo sudah belajar untuk bisa survive bil. Terimakasih sudah belajar menjadi seorang yang independen walau belum di keseluruhan aspeknya. Enjoy with your 2020!
xoxo
Bisa dilihat juga makin kesini fenomena pergantian tahun menjadi salah satu ajang mempertontonkan kilas balik secara bebas oleh khalayak umum di social media. But okelah kalau ini ya, karena dari sini juga bisa mengingatkan kita untuk dapat senantiasa bersyukur.
Momen pergantian tahun juga gua lihat menjadikan sebagai ajang unjuk kata-kata atau quotes. Lantas nggak ketinggalan juga soal beberap post kata-kata galau ala-ala. Kebanyakan yang gua lihat postingan quotes galau perihal kenangan, belum lagi soal ajang bikin story sambil update harapan-harapan di tahun yang akan datang I mean that is about your want gais...
Not your need, even you pray I think Allah always bring your needed. Dan update kaya gituan di insta-story or whatsapp story or etc at least buat gua itu semua not gonna works, yea.
Makin kesini kenapa gua nggak mempan sama yang motivasi-motivasi, gua lebih suka di kritik aja daripada di motivasi. Arahnya bagi gua kritik itu melegakan lo jadi tau mana yang harus perbaiki mana yang lo harus secara intens lo bisa segera benahi. Dan kritik yang paling-paling mempan ke diri gua, mana lagi kalau bukan omelan dari mak dan bapak gua.
Alasan lain kenapa motivasi nggak terlalu pengaruh ke gua, karena kadang menurut gua kalo terlalu percaya sama motivasi malah makin bikin orang bertindak nggak rasional. Survive sama diri sendiri nyatanya bukan hanya membutuhkan motivasi tapi membutuhkan kemauan, dan membangun kemauan itu pakai akal dan mau dealing with yourself itu sendiri yang lebih penting. Emang sih motivasi disini lain peting tapi ya mentok cuman works berapa persen untuk hidup kita. Prinsip hidup sama motto itu muncul dari diri kita masing-masing presentase motivasi disitu ya mungkin kalo buat diri gua sekitar 20% nggak lebih sisanya ya harapan lewat doa dan yang penting adalah act atau pengalaman yang uda berhasil gua, diri gua sendiri yang sudah berhasil lalui.
Btw lagi nih mupung terakhiran di 2019. This actually not my year, but thaks for all positive vibes, experience, learn, energy and hope. Terimakasih sudah banyak mengingatkan gua bagaimana arti memaafkan, berterimakasih, bersyukur, sedih, sabar, down, karena hidup nggak melulu perihal diri sendiri, dan jangan berubah hanya karena ingin menyesuaikan keinginan society lo. Terimakasih selama ini sudah punya ekspektasi namun nyatanya berharap ke manusia itu adalah hal yang bisa di bilang cukup menyakitkan. Terimakasih lo sudah belajar untuk bisa survive bil. Terimakasih sudah belajar menjadi seorang yang independen walau belum di keseluruhan aspeknya. Enjoy with your 2020!
xoxo

.jpeg)
.jpg)
Comments
Post a Comment