Quarantine Time
The perfect match, work for home di sabtu malam atau orang akrab menyebutnya dengan nama malam minggu dengan teman indomie kuah ditambah relaxing music dan kali ini gua kembali menulis. Foto 3 boneka beruang yang lagi duduk diatas piring plastik tersebut adalah hasil barang random yang gua beli bareng ami dan puspita minggu kemaren saat tiba-tiba kita lagi ngumpul di Bogor dan terbesit aja pengen ke IKEA Sentul City. Jadilah gua anggap itu foto hanya sebagai pemanis dan tidak akan mewakili judul dan tulisan gua kebawah, eheh
Bulan Maret tahun 2020 ini bisa dibilang adalah salah satu bulan terheboh yang pernah gua rasakan sepanjang perjalanan hidup gua, ntah kenapa wabah pandemi yang awalnya cuman gua ketahui dari hanya sekedar membaca dan menonton beritanya via youtube kini sudah mulai merambah masuk ke Indonesia dan banyak penderitanya menyebar di wilayah Jakarta maupun Surabaya. Panik, parno tiba-tiba takut sudah jelas. Dan ditmabah dengan semakin insecure-nya gua akibat melihat dan sadar jika diri gua ini salah satu orang yang punya daya imun lemah alias ringkih alias gampang sakit-sakitan. Nah belum lagi orang-orang dan keluarga yang jauh dari gua, gimana kondisi mereka semua karena kalau di telfon hanya bilang "Ya, alhamdullilah sehat" alih-alih biar gua nggak kepikiran padahal pikiran gua kemana-kemana bertanya-tanya beneran baik-baik aja semua yang disana, khawatir, nggak tenang hhmmm...
Dari situlah hanya ada, harap beserta doa yang tiada terputus semoga kita sehat-sehat selalu dan Allah segera menyudahi bencana pandemik yang satu ini. Aamiin.
Dari pandemi ini semua berantakan asli, jadwal mundur, kegiatan pkl sama perusahaan tiba-tiba diliburin karena meraka menganjurkan kita agar self quarantine terlebih dahulu, bimbingan diubah jadi online, lecture gua mengharuskan mahasiswa setiap hari untuk life updated di grup whatsapp yang dibuat dadakan, belum lagi jadwal seminar presentasi yang semuanya serba dibuat dalam bentuk video. Pusing, kaget ya karena kita semua belum terbiasa. Kehidupan berbalik 360 derajat. Sebagai salah satu masyarakat yang tinggal di wilayah JABODETABEK yang tentunya dekat dengan ibukota dan sebagai warga yang sampai detik ini gua masih menggunkan akses kendaraam umum ntah itu commuterline maupun bus damri mengharuskan gua lebih was-awas dan preventif sama kesehatan dan kondisi diri gua.
Beberapa temen gua yang sama-sama diliburkan oleh perusahaan tempat dia PKL, mereka memilih untuk pulang ke kampung halaman. Kenapa gua nggak? karena jangka waktu 2 minggu menurut gua menjadi waktu yang nanggung jikalau gua harus balik ke rumah, banyak effort yang harus gua keluarkan jika gua harus balik ke rumah. Lagi pula orang tua dan keluarga tidak memaksakan gua untuk pulang, ditambah jika gua pikir lagi lebih baik gua quarantine diri gua dikosan aja karena sama-sama gentingnya keadaan disana. Tidak menutup kemungkinan di perjalanan gua bertemu sekumpulan ornang yang belum bisa cepat dideteksi perihal apakah orang-orang itu membawa virus COVID-19. Dan itu serem beneran kalo gua bayangin.
Jadilah gua akan grow up dengan mendekam dikosan walaupun ada 2 orang teman gua yang sama-sama memilih tidak pulang tapi, ya gitu nyatanya kita betiga lebih menyukai untuk berada sendirian dikamarnya masing-masing. hehe:))
Gua lebih menikmati masa-masa sendiri dengan musik dan mungkin beberapa buku yang sudah gua agendakan untuk dibaca. Perihal menulis gua ingin memanfaatkan untuk menyicil TA, iya apalagi kalau bukan TA alias tugas akhir. Disini gua belajar untuk menyakinkan diri gua terhadap suatu pilihan yang gua buat sendiri. Meyakinkan bahwa pilihan buat diri gua ini, pilihan yang gua jalani adalah jalan yang terbaik meski banyak waktu dan momen yang harus rela ditinggalkan. Kalau ditanya sedih ya jelas sedih:(( I'am not stronger than everyone think. Gua yang cenderung memakai perasaan ini tidak bisa berbuat banyak selain harus tegas sama diri sendiri.
Hal lain yang dapat gua pelajari dari kehebohan pandemik yang satu ini sejujurnya adalah bagaimana kita semua harus bisa sejenak beristirahat. Karena terkadang ngga sadar bahwa selama ini diluar sana kita banyak mengumbar ambisi, mengobral achivement semua harus punya, semua harus bisa, kerja lagi kerja lagi kerja untuk bisa dapetin ini itu. Semuanya dijadikan kompetisi
"Kinerja gua harus lebih dibandingkan orang itu"
semua nggak melulu perihal pencapaian dan nurutin kata ambisi, semua nggak melulu perihal mencapai kemauan ini itu. Karenanya semua nggak harus bisa tercapai. Cukup bersyukur ternyata kita sudah sejauh ini melangkah perihal hasil semua pasti berbuah manis apabila diselingi dengan doa dan ikhtiar yang ikhlas. Karena kadang banyak dari kita yang sadar dan lupa bahwa diri kita ini punya kapasitas dan kemampuannya masing-masing. Istirahat sejenak apa salahnya?
sekian dari tulisan gua, hope everyone stay safe and healthy, priotaskan diri kita demi keluarga dan orang-orang tercinta menunda untuk nggak keluar rumah lalu menjadi lebih productive di rumah/ dikosan, jangan lupa jaga kebersihan diri dan lingkungan, sering-sering cuci tangan, jangan gampang peraya hoax, makan-makanan bergizi dan Ya, semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita semua dan juga yang paling peting semoga kita semuanya berada dalam lindungan Allah SWT.
Aamiin...

.jpeg)
.jpg)
Comments
Post a Comment