Memasuki Akhir Tahun
and how long I leave my personal blog, maaf kan aku karena kamu benar-benar tak terurus.
gue nggak tau mau bilang dari mana dulu karena memang beberapa bulan cukup heactic menyiapkan segala urusan buat kelulusan. Persyaratan buat ngambil SKL se-ambrek dan beberapa harus nunggu lama. Terus harus bagi waktu juga buat prepared toefl sama les korea. I don't know how kenapa semua bisa bareng-bareng gini, semoaga lelah gue dan kita semua menjadi lillah.
Cerita yang pertama adalah soal komunkasi, segala rentetan pengurusan online ini akan lebih gampang lo atasi jika lo aktif berkomunikasi sana-sini, istilahnya kalo di gue sebagai orang jawa "Meleng" dikit alias ga nyimak dikit aja udah loss. lo akan kehilangan info. Mangkanya perlu banget menjaga komunikasi yang baik antar teman, dosen, dan semua orang-orang libatkan baut ngurusin ini itu. Lebih baik lagi kalau bisa ngurus dan ngehandle sendiri jadi kan ga terlalu banyak ngerepotin tuh. Komunikasi adalah koentji-nya!
Cerita yang selanjutnya cukup melenceng dari topik, Iya, karena gue mau bilang.
Jujur dari hati yang terdalam gue berterimakasih banyak buat orang-orang yang hingga sejauh ini tulus ikhlas mendukung dan membantu gue, meringankan hidup gue, menjadikan gue seorang yang cukup berarti di hidup kalian membuat gue bisa bertumbuh menjadi seorang manusia walaupun kesalahan serta kekurangan gue sangat-sangatlah banyak tapi kalian mau menerima kehadiran gue didunia yang sungguh ribet banyak drama dan ujianya. Diri pribadi gue sebagai seorang "Annisa Salsabila Faza" sebagai hamba allah yang belum taat sepenuhnya terhadap kewajiban agama islam, sebgai seorang anak yang sampai saat ini belum bisa satu persatu untuk memenuhi keinginan orang tua, menjadi generasi penerus terbaik bagi orang tua, sebagai seorang kakak yang belum bisa sepenuhnya ngasih contoh dan melindungi adek-adeknya, sebagai seorang cucu yang masih merepotkan nenek-nya, kemudian menjadi seorang saudara, sebagai seorang murid yang bodoh, sebagai seorang mahasiswa bimbingan yang suka bingung dan tak tau arah kemudian buat semua orang yang dengan senang hati menerima gue sebagai seorang sahabat, sebagai seorang teman dan lebih dari itu semua. Oh guys, thank for all, I love you y all jujur gue nggak tau harus bersyukur yang kaya gimana lagi.
Terimakasih banyak, terimakasih atas doa-da panjang yang tak pernah terputus, terimakasih atas pelajaran moral, materi, materiil, tempaan mental dan segala support sehingga gue bisa kuat, gue bisa karena kalian. Ingatkan gue kalau gue salah, kalau gue nggak sesuai dengan ajaran islam yang bener. Kemudian tegur gue kalau gue ga sesuai marahi gue kalau gue kelewat batas. Terimakasih sekali lagi,
"Sebab manusia tidak hanya di jadikan sebagai manusia
namun sebaik-baiknya manusia"
And of course di momen tahun 2020 tinggal berapa bulan lagi ini,
cukup menjadi waktu yang tepat untuk mereflesikan diri gimana sih kita sejauh ini, gimana sih kita ditahun ini? berat, sedih, susah, insekyur, patah hati, sakit, ribut, panik, nangis, benci karena semua
sebab pandemi? Nah emang sih jelas realitanya kaya gitu, but bukan kesedihan dan keksusahan yang menjadi fokus tapi gimana sih perjuangan kita buat tetep bisa hidup dan survive di keadaan yang kaya gini. I don't know kalo kata netijen masa kini kurangi insekyur banyakin bersyukur. Buat gue tahun ini cukup membuat shock dan ga percaya. Banyak kejadian-kejadian diluar dugaaan, dan akal gue tapi gue bisa melewati walapun kadang nggak semulus jalan tol.
Kalau inget kejadian seminggu yang lalu, gue ingin minta maaf banyak-banyak, kepada seseorang yang mungkin diawal uda punya ekspektasi tinggi bisa sharing lewat momen itu, maaf gue belom bisa memenuhi ekspektasi yang uda dibangun, gue nggak sesuai dengan apa yang dibayangin. Ntah kenapa gue grogi tiba-tiba gugup, nggak tau mau ngomong apa ntah kenapa perasaan itu muncul dan nggak bisa gue kontrol. Disisi lain gue juga pengen ngobrol cukup banyak mengingat ya kita uda lama ga ketemu kan? gimana lo sekarang gimana gue sekarang, kan ini beda momennya bukan via virtual lagi. Gue nggak ngerti kenapa diri gue jadi kaya gitu, sekali lagi perasaan gue campur aduk gue kikuk grogi dan of course nge-blank. Maaf maaf maaf, setelah kejadian itu gue menyesal setengah mati, ampe sekarang pun gue kepikiran apakah nantinya dia bakal balik lagi atau dia udah benar-benar nggak mau menerima. Terimakasih telah membuat suatu pengalaman buat gue, pengalaman di tahun ini yang membuat gue berdoa dan terus berharap kalau kemungkinan terjelek itu jangan sampai terjadi.
well terimakasih telah membaca curhatan hati gue, selamaaat malam y all~
xoxo
.jpeg)
.jpg)
Comments
Post a Comment