Di buru-buru-in

So randomly jam setengah sembilan malam, hari minggu. Dan gue sedang tidak lagi mengerjakan apa-apa tiba-tiba kepikiran"Oh nulis aja kali yak?" semenit kemudian gue mikir gatau apa yang mau ditulis. LOL

//

Oh Hi Guys, how are you? Are you good too? 

Alhamdullilah wa syukurillah.


Beberapa waktu yang lalu gue disibukkan dengan khursus bahasa tambahan, singkat ceritanya gue khursus bahasanya noted disini bukan bahasa inggris ya teman-teman. "Lah terus khursus bahasa apa?" Jawabannya mungkin nanti gue akan bikin tulisan tersendiri alias tulisan khusus buat nyeritaiin tentang perkhusus-an bahasa yang saat ini sedang gue ambil, panjang ceritanyaa.....

Oh Iya.. 

Kemudian baru aja minggu ini gue kelar menyelesaikan ujian akhir kelas Basic level A1, gila aja speaking gue losss. padahal gue uda belajar cukup mati-matian memahami beberapa pola soal latihan sama apalin beberapa teks sebagai referensi terus pas ujian eh gila aja 1 pertanyaan kaga kejawab. Insekyur, pengen nangis karena gue jelas-jelas gue takit nilai gue nantinya dibawah standar/ KKM? Why? iya takut cui, walaupun itu dosennya setelah ujian gue chatin kalo gue pengen ngulang tapi dia bilang "Tidak ada ngulang, kamu lulus kok" uehehe lega sih lega, Tapi nilai gue nanti tuh apa kabar? akhirnya gue cuman bisa pasrah, berdoa dan yaudah lah ya "Setidaknya lo uda melakukan yang terbaik bil, lo uda belajar sebagai jalan ikhtiar"

Oh iya buat yang bingung gue ikut khursus bahasa tambahan "Buat apa?" 

Jawaban gue adalah "Life after graduation bingung cui mau ngapain. Asli!" karena buat gue sendiri sejauh ini belum ada GPS atau program terarah buat kegiatan apa atau apasih yang mau lo lakuin ketika setelah lo lulus nanti. Ketika semua kanan kiri gue yaitu temen seangkatan sedang sibuk-sibuknya nyari kerjaan. Ketika mereka pusing harus perbaikin dan bagus-bagusin CV, ketika semua sudah mulai dapet panggilan buat interview sana-sini gue cuman. "Oh iya, oke. Gue uda lulus yak". Sadar dan realitaya kalo dipikir-pikir mendalam emang agak crazy gue ini. 

"Lah lo ga punya tujuan hidup dong bil?" 
"Kok gatau sih habis lulus mau ngapain"

kimi no na wa
source : weheartit

Oh iya gambar sebagai pemanis yak, karena stock foto habis. Semoga gambarnya ga melenceng-melenceng banget, kimino nawa one of my favorite too! Jujur nonton-nya ga sampe 2 jam tapi galaunya berhari-hari. Best ever scnes, ku menangis terharu. 

Eventually bukan sama sekali gue gatau mau ngapain sih, sejauh ini pandangan ke depannya alias sebagai jangka panjangnya gue mau stud lagi alih jenjang. Cuman untuk jangka pendeknya setelah lulus ini, atau besoknya setelah lulus ini atau deket-deket setelah lulus ini mau ngapain. Jujur belum ada secara pastinya mau ngapa-ngapain.

Sebenernya after pandemic ini menimpa gue sempet punya gambaran kalo gue applying ngasdos dulu aja kali yak ke kampus. Tapi setelah gue pikir-pikir kok "ga mungkin ya". Karena setelah dilihat lagi nyatanya susah karena ya corona corona-an membuat semuanya serba online jadi kemungkinan gue bisa apply-in asdos kecil bgt bgt. Kasarannya asdos agak "nggak dibutuhin" dalam perjalanan kuliah onlen mahasiswa. And I don't know why netijen sekalian?

Dan dari life after graduation ini, membawa gue untuk kembali ketemu sama banyak orang dengan masing-masing prespective-nya, masing-masing opini dan sudut pandangnya. Beberapa padangan yang menurut gue mirip membawa gue untuk merangkum. Dan hasilnya beberapa orang bilang  kalo hidup setelah lulus itu membawa lo pada 3 pilihan, yaitu :

1. Stud again! menjadikan hidup seutuhnya sebagai long life learner di institusi pendidikan

2. Bekerja include berkarir, mencari nafkah, berburu cuan. LOL 

3. Menikah (dealling in life with your someone that you loved ones), huehehe...

Ya itu tadi beberapa opsi yang gue dapatkan dari insight orang-orang sekitar mengenai pilihan jalan hidup ketika lo sudah mulai lulus dari sekolah. So, diantara 3 pilihan tersebut punya arahnya masing-masing yang jelas tidak ada keterkaitan, nggak ada kontempelasi. Cuman sejauh ini paling banyak gue dapatkan rata-rata  mengarah untuk "Ya habis lulus terus cari kerja". Untungnya gue nggak berada dalam situasi society yang toksik dimana nggak jarang lingkungan berlomba-lomba mem-pressure kita untuk ngikut arus tatanan yang uda kebentuk dari sejak lama. Salah satunya soal berkehidupan yang arahnya gue merasa diburu-buru-in. 

Alur ceritanya mudah ditebak apa lagi kalo bukan habis lulus- cari kerja- bekerja- menikah- terus habis menikah pertanyaan baru muncul "Kapan punya anak?" huehehe. Gue nggak tau kenapa mindset ini kebentuk di masyarakat, sejauh ini gue merasa kok kita diburu-buru-in di target habis ini terus itu terus gini harus ini harus itu dengan segala keribetannya. Nanti kalo nggak sesuai dikiranya kita hidupnya suram, padahal orang-oranng nggak tau seberapa banyaknya effort dan tenaga kita berjuang, karena masing-masing orang punya tujuan-nya masing-masing. Yha kan?

Toh padahal yang menjalani hidup alias yang  living life to the fullest ini lho adalah diri kita. Bukan mereka, ntah kenapa? Kita diatur untuk memenuhi segala ekspektasi dunia yang kebentuk dari lingkungan. Kesanya juga dengan diburu-buru-in tatanan society ini jadi kita nggak ada waktu buat mikir segi baik-buruknya memilah mana yang sesuai dengan kepribadian kita mana yang nggak sesuai, mengenal lebih dalam diri kita sendiri. Memahami tujuan hidup kita seperti apa. Alhasil dari diburu-buru-in ini menjadikan seseorang kemudian kurang waktu buat refleksi dan memperbaiki diri. 

Kalau misalnya jalan hidup ini nggak sesuai sama ekspektasi orang akibat diburu-buruin dan jadinya kita kurang menimbang ini itunya dan berpikir lebih dalam siapa lagi kalau bukan diri kita sendiri yang harus survive. Nggak ada yang bisa sepenuhnya tanggung jawab dan pegang kendali soal kedaaan hidup terlebih kalau bukan kita sendiri. Berbeda dengan kebiasaan sosial bukan berarti kita nggak normal. "It's okay" karena itu hidup lo. Asal tetap berpegang pada value-value yang nggak melenceng dari agama dan aturan berkehidupan sesama umat atau hablum minannas itu sendiri. 



semoga kita selalu tetap berada pada lindungan-Nya.


xoxo

Comments