Tidak Cukup Nyali
Hello gais, akhirnya first blogger post di tahun 2021. Alhamdullilah akhirnya gue memulai nulis kembali alias mengisi blog ini.
How are you? me? that's pretty good.
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'afiat meski 2021 baru berjalan berapa hari tapi ga memungkiri kalo per-coronaan ini angkanya makin tinggi, makin menyeramkan dan jelas makin nggak terkendali, I hope you all stay safe.
And okey gue mau cerita sesuatu karena beberapa waktu ini gue merasa ada hal yang cukup mengganjal di hati gue. HHMMMM...
Pertanyaan dari gue nih, "Eventually pernah nggak sih lo diajak ketemuan sama temen lama or langsung aja to the point yak ketemuan temen sma alias mengarah-arah reunited. Tapi lo ga berani dateng karena terkendala dalam diri lo nggak punya cukup nyali untuk nampakin muka ke orang-orang"
hahahahah.
Angkat tangan kalo ada yang ngerasaiin hal sama macem gue. Bingung nggak sih, dilema nggak sih antara lo mau dateng tapi disisi lain elo nih diri lo gaberani buat nampak ke mereka semua. Gue nggak ngerti kenapa perasaan ini bisa muncul, gue juga nggak ngerti karena disisi lain yang gue rasain gue belum bisa cukup nerima sama orang-orang yang nantinya bakal gue temuin. Nggak hanya sama orang-orangnya terlebih juga bakal berkaitan sama obrolannya sama banyak pertanyaan yang nantinya akan muncul dan menimpa gue ketika gue meng-iyakan buat ketemu mereka.
Sadar sebenernya ketakutan itu terbentuk karena diri gue belom-belom uda overthinking duluan, overthinking yang gue punya begitu parah-nya. Dan dari perasaan itu memicu gue buat ngambil keputusan.
"oke mending gausah bil"
"oke deh next time bil, ketika lo uda bener-bener siap"
"nggak...nggak bil lo nggak bisa ketemu mereka"
Dan masih banyak pertimbangan dari beberapa faktor lain kemudian masih banyak kata tanya "kenapa?" masih banyak kata tanya "Gimana nanti kalo gini?" yang ujung-ujungnya membuat otak gue penuh.
Gue nggak punya solusi atas kedaan dan perasaan gue saat ini. Bingung
Minggu depan gue masih ada ujian interview orgnoleptik dan seperti biasanya gue nggak tau apa-apa, semoga allah masih sayang sama gue sehingga gue di ridho'in untuk bisa lulus di bantu dengan memperlancar otak sehingga gue bisa menjawab pertanyaan yang diajuiin interviewer kemudian mempermudah gue pas nanti gue lagi interview. Aamiin,
xoxo
.jpeg)
.jpg)
Comments
Post a Comment