23 km dan Waktu yang Nggak Pernah Cukup

 Hi, Selamat Siang

Selamat menikmati tanggal merah keseskian kalinya di bulan Mei tahun 2024. Hari ini sebenernya nggak ada agenda apa-apa. Kalo dipikir-pikir gue sebenernya bisa pulang ke Sidoarjo, tapi dari beberapa pertimbangan gue merasa cukup males kalo cuman sehari aja, Jumat besok gue masih masuk kerja nggak ada cuti bersama di kantor gue. Alhasil daripada overthinking di kosan gue memutuskan untuk keluar. Sebenerya gue uda download episode Baby Reindeer tapi gue lagi belum mood untuk nonton. Baiklah alhasil gue memutuskan keluar dulu sebentar lah ya. 

Kebodohan gue, gue malah nyari tempat di Surabaya yang jaraknya 30km dari kosan. Padalan kalo gue pulang cuman 23km. Perjalanan dari Mojokerto ke Surabaya memakan waktu ya 1,5 jaman. Tetap aja sih gue berangkat naik trans jatim, lanjut bus surabaya murah meriah tetep sejuk walaupun diluar panas pol. 

I am finally traveling alone 




Bismillah kerja di saraswanti




Majalah paling Heboh jaman SMA

Bulan Mei baru berjalan 2 minggu tapi cukup mengguras tenaga, bulan ini gue conduct audit ke supplier di Surabaya dan Gresik belum lagi ketambahan audit customer gede Kalbe Morinaga dan Kopi Tuku yang onsite ke LNK tempat gue kerja sekarang. Terhitung mulai Desember gue fix dipindah bagian, tetep di QA departemen tapi bantu ke upstream supply chain seru punya 2 team. Rasanya tetep aja setengah mati. I am dead too with this particulary life 

Throwback sebentar sekitar 3 tahun yang lalu 2021

Bulan Juni nanti menandakan besok gue sudah 3 tahun gue terjun menjadi seorang pekerja, bulan November nanti bisa dibilang 4 tahun berlalu sejak gue lulus kuliah D III. Sudah 4 tahun peggang gelar, kalau kata orang sudah jadi dewasa produktif sepenuhnya. 

What should  I talk about now?

Cerita dimulai dari 2 hari yang lalu gue nggak bisa tidur, rebahan gue merem-meremin tetep aja nggak bisa. Gue cuman guling-guling dikasur kesana kemari, alhasil mata gue malah scrolling sosmed banyak-banyak yang bikin makin lelah. Dari beberapa postingan yang lewat di twitter, gue interested soal ini "How broke a person is and that was the reason travelling is not easy thing for her." Alias bahasa Indo-nya adalah : "Gimana bangkrutnya seseorang dan itulah alasan mengapa traveling bukanlah hal yang mudah baginya"

If you ask me, are you broke? ya, I am broke too. Do I come from a wealthy Family? No. 

Kalau boleh cerita gue dari bayi mulai umur 4 bulan sudah dititip-titipin ke orang, diasuh nenek-mbak (mbak ini adek dari Ibu gue yang waktu itu masih SMA kalo liburan harus ke Sidoarjo mengasuh gue) terus gonta-ganti penitipan karena banyak problem mulai dari pengasuhnya sakit-sakitan, gadibolehin suaminya, pernah lagi gue dapet pengasuh yang kasar dan kurang bisa jaga kebersihan. Kenapa gue dititip-titipin ke orang, ya karena Ibu gue harus kerja bantu ekonomi keluarga.  Bapak gue yang bekerja sendiri alias wiraswsta nggurus bisnis sendiri ini harus banting tulang kesana-kemari, nggak bisa dipungkiri susahnya setengah mati, persaingan nggak balik modal. Thats my family

Dari latar belakang keluarga gue ini juga yang membawa gue ya gimana-pun nantinya gue sama jodoh gue yang belum tau siapa, gue maunya kita sama-sama saling bantu buat keluarga. Karena kasian juga kalo emang tanggungan satu keluarga itu bertumpu pada satu orang aja, misal bertumpu pada suami aja, atau si istri aja? kalo lo bisa jalani berdua ya udah, why not? kasian beneran karena gue mikirnya kita nggak tau kedepan itu apa yang terjadi. 

Walaupun dilema ntar kalo ada anak, anak gue mau dikemanain? Gue merasa cukup kalau gue bisa bantu dengan kerja di rumah, dengan membagi urusan domestik rumah tapi tetep masih ada penghasilan Manusia boleh berencana tapi ya-Allah lagi yang menentukan. Bismillah semoga dimampukan dimudahkan. 

Terus mengurus diri gue alias Annisa Salsabila Faza ini

Lah konten-konten lo di instagram bagus-bagus, terus beberapa barang lo mahal-mahal bil? laptop? hp?

Gue harus muter otak gimana caranya bantuin emak-bapak gue yang mana gue masih ada adek. Gimana caranya ada penghasilan cukup yang bisa barokah dan dapet pahala agar apa yang gue lakukan bisa ber-impact baik ke kehidupan gue. Karena yang gue lihat banyak orang diluar sana dengan mudah nya, if you're feelin poor there is big possibility buat elo ngedzalimin orang hanya karena demi uang.  

Waw tidak tau betapa gue harus menabung dan hidup frugal living sejak kuliah, Alhamdullilah semenjak kerja gue sisain tabungan dan Alhamdullilah ini semua jadi manfaat buat diri gue. Tabungan pertama gue semenjak kerja ya jadi laptop ini, alhamdullilah.

So did I do back then? I worked di korporat FMCG mulai dari bos yang jahat sampe saat ini kerjaan yang romusha bikin nangis, nyari-nyari sambilan mulai dari jualan foto di shutterstock sampai kena bajak akun ilang, ikut les korea biar bisa jadi freelance translator lepas and then still do frugal livin since college karena harga-harga disana nggak semuanya firendly di kantong mahasiswa gue harus coba-coba nyari tambahan sampe asam lambung dan cycle gue nggak beraturan sampai sekarang. 

Kenapa kita harus berjuang mati-matian? Ya karena, bagitulah idup, ternyata emang harus berjuang buat cari makan, cari ilmu dan cari kenikmatan. 

Alhamdullilah, sedikit demi sedikit walaupun kadang bener-bener amblass dan bobrok karena banyak pengeluaran tidak terduga. Paling enggak sekarang gue ada tabungan, uda bisa makan tanpa minta orang tua, bisa ngasih bocil-bocil angpao pas lebaran, bayar kosan dan bisa ngelanjutin kuliah S1 dengan uang gue sendiri. At the other side sebenrnya ada sedikit ketakutan dari gue, kadang allah ngasih nikmat itu ujian. Manusia banyak luputnya, manusia bisa lengah. I don't know how strong I can be, Hopefully I am gonna be okay.

Learn to bersyukur soal balance-unbalance life ini sesak rasanya, jujur kerjaan gue yang sekarang susah banget. Gue harus kerja jauh dari rumah, jarang pulang dan ketidakpastian kerjaan yang membuat gue pulang malem. Hari-hari isinya kerja-kosan-kerja membuat gue pecah. Walaupun disisi lain gue bersyukur kalo misalnya ada masalah pas pulang kerja gue bisa nangis dikosan, se-enggaknya nggak dilihat sama orang rumah. Tapi pertanyaanya ini sampai kapan? Iya, sampai kapan? 

Semoga dimampukan dimudahkan, gue yakin dan mempercayai kalo apapun itu I trust your timing ya rabb. Everything is happend for a reason. Sambil melihat semesta yang besar ini selalu gue yakin problem-problem manusia ini kecil bagimu ya-Allah dan rasanya pasti terurai cepat atau lambat. Bismillah untuk kita semua, untuk gue yang rasanya uda ada di situasi yang cukup kepentok ini, selalu inget buat diri gue sendiri. Waktu ga pernah cukup bil, lu uda merasakan kan gimana sakit dan ribetnya, mau sampai kapan? Tetep minta yang terbaik karena Allah menjanjikan setiap kesulitan selalu ada kemudahan. 

Semoga dilancarkan, dimampukan dimudahkan. Semanggat untuk kita semua

xoxo:)))))))

Comments