My Quiet Ruminations — Gratitude Entry #1 Alhamdullilah Wa Syukurillah

Mid-April until July 2024 marks my crying pieces era in my mid-twenties life transition phase. I think that every day it seems like killin me slowly. I am just turned in 25, and At this time I am debate with myself and also  questioned everything 

"Why?"

"What did I do Wrong?" 

"Is this the wrong decision?"

"Am I not enough?"

Something good suddenly ended, and in the other side of my life along with my Iman was felt so particularly lost, chaotic, and disorganized. And then, what's next? What will I go through with this? and realized that by thinking logically, the world will always keep turning. 

Oh waitt... disclaimer

So, I think in this section, in this post, I am getting rusty because of my idealism of wanting to write in English but not realizing that I lost my ability to write in English. I am so dumb in English. 

hidupku habis untuk sebuah kopi susu


Baiklah gue eneqq sendiri nulis sama bahasa inggris yang malah menyusahkan diri sendiri. Ok, gimana sekarang? Ya gak gimana, gimana gayss. Hidup lo akan tetap berjalan, tinggal gimana diri lo aja, mau dibawa kemana hidup ini? ya kan? emosi wkwk

How absurd me? Gue sempet loss, dikala itu gue bener-bener kehilangan arah. Bayangin aja gue sabtu-minggu nggak pulang malah keluyuran di jalan sama kharitza tengah malem muterin Suroboyo, uang tabungan kepake sama hal-hal yang nggak penting. Diteror sama problematika kerjaan yang sebenernya itu sepele kalo lo mau diem dulu mikir tanpa grusak-grusuk, gue yang butuh validasi. Asam lambung kambuh, ditambah Patah hati, iya gue terlalu berekspektasi tinggi dan ngerasa nggak ada cukup-cukupnya. Ributtt...ributtt.....ributt


potret ngembel ga pulang malah blakrakan di jalan


Rasanya gue merasa salah sama diri gue sendiri sama keluarga gue, sama agama gue sama lingkungan gue. rasanya masalah-masalah di saat itu adalah salah diri gue yang nggak bijak, gue yang childish, gue yang bodoh gamau mikir dulu. Everyday still gloomy, dan sampailah di saat bulan Juli rasanya pecah. Semua emosi ini tertumpahkan dengan tiap malem sholat dan mewek ke yang maha kuasa. Thats I am struggling with this particullary life. Pelan-pelan gue menyadari sekaligus pelajaran dari kondisi itu adalah hidup itu seringkali dipersulit karena manusianya sendiri yang mempersulit. Ha? Yo gakse?. Dan lo ga harus terus-menerus ngasih makan ego lo sendiri 

Entah kadang kitanya yang terlalu banyak mikir, kitanya yang banyak mengira-ngira hal yang belum terjadi. Terlalu banyak mengeluh dan komplain, dan yang jelas adalah kitanya nggak mau bersyukur/ banyak dari kita yang kurang bersykur. Tapi kalo nggak dapet kondisi itu mungkin gue nggak akan belajar. Gue bersyukur gue nangis nangis tiap malem jadi titik balik dibagian my mid-twenties life transition phase. Terimakasih untuk jisoo teman pertama kerja yang uda mau jadi bagian tempat gue curhat, terimaksih nasehat-nasehat lo yang cukup masuk akal, walaupun kadang suka nyeleneh tapi thanks banget uda mau menerima gue


Gue merasa lebih dekat sama yang ngasih gue hidup, gue bisa ngerasa cukup dan bersyukur. Eventually semuanya akan baik-baik aja kalo lo-nya lurus-lurus aja. Biasa aja, kamu nggak apa-apa bil, tenang, pahami, hadapi, evaluasi dan syukuri....




Allah baik banget beneran, semua yang dikasih ke kita pasti ada alasanya. Apapun itu, pahami syukuri kalo lo itu bisa melewati. Dan semua itu pasti ada timingnya masing-masing, kalo gagal yauda isi bensin terus coba lagi. 

Hidup kedepan serba nggak pasti, ya tapi menurut gue cukup kita aja yang tau tujuan kita, apa yang kita ikhtiarkan Semoga dimampukan dicukupkan. Semua ada timing dan takarannya masing-masing. Nggak lebih nggak kurang, semoga kita merasa cukup dengan takaran dapur masing-masing.

 Apa yang jadi tujuan kita semoga tetap on track sesuai aturan Allah, pahami bahwa jangan lupa selalu libatkan sang pemberi pemberi ridha, siapa lagi kalo nggak  bukan ya yang maha kuasa dan pastinya orang tua. Supaya kita selalu punya alasan kenapa harus jalan kedepan. Karena ya hidup akan terus berjalan. Terus jangan lupa untuk kasih space untuk berbesar hati biar kalo gagal nggak kecewa terlalu dalem. Walaupun itu pedih se-enggak-nya lo jangan sampai kehilangan sama yang uda ngasih lo hidup. Alhamdulliah wa syukurillah

xoxo

terimakasih sudah membaca ocehan malam minggu gue









Comments