Sepenggal Refleksi Arah Hidup di Bawah Naungan Awan

 



Semesta bicara tanpa suara 

Semesta ia, kadang buta aksara 

--Banda Neira, Hujan di Mimpi


Ya allah izinkan aku membaca tanda-tanda. Mana yang menjadi pengabulan atas doa-doaku, serta mana pula yang menjadi ujian bagiku untuk senantiasa bersyukur dan mengingat bahwa engkau pemilik alam luas ini, karena engkau yang paling mengetahui segala isi hati dan apapun yang kau gariskan padaku di dunia yang sementara ini, everything is happend for a reason. 

I didn't image how my feeling would have at this moment, may 2025- Salsabila kembali di hadang dengan persimpangan dua arah. Dan gue meyakini sepenuh hati kalau qodratnya, Manusia senantiasa terus menerus dilanda kebingungan di setiap hidupnya. Tenang bil, InsyaAllah will be fine. Remembering in 2024 in the other side would be boring to the point. Berjalan sampai dengan half-2025 so many Things happened unpredictable duar-der-dorr!!, my mom actually retiring in her work also my brother qodarullah gagal sidang TA yang harus mundur. Gue yang tiba-tiba diminta hijrah ke Cikarang(?) Ya Allah, rasanya.....Galau, nangis, semuanya full semrawut. 

Have you heard, 

The world spinning: round- and round 

Until you see the lines finally broken into right or wrong, 

Lesson learner yang bisa di dapatkan sejauh ini, kita hanyalah se orang hamba. Barangkali terhadap rumitnya kejadian dalam hidup yang kita hadapi, yang di butuhkan adalah gimana cara kita punya sudut pandang menyikapi itu semua. Like a while gue pernah dibilangin ini pas dateng ke kajian bunda Aniq waktu di Surabaya November 2024 lalu 

Tempatkan segala episode kehidupan kita, sadari kalau itu semua adalah kehendak-Nya. Gimanapun segala hal baik-kesenangan maupun kesusahan adalah media untuk mendekatkan diri kita kepada-Nya, toh kan kita hanyalah sebagai umat. Jika memang ini yang di ridhokan oleh-Nya bisa jadi ini semua sebab terbukanya pintu rahmat dikemudian hari. Dia yang mengatur semua hal untuk jadi Ujian sekaligus pembelajaran. 

curhatan gue dengan teman dekat gue




Banyak hal di dunia ini yang lebih butuh landasan keimanan dari pada pemikiran rasionalitas kita sendiri, gue takut sejujurnya, gue takut kehilangan arah, gue  takut apakah ini pilihan yang benar, The seekers kegalauan gue soal menyegerakan-menikah akan tetap mengahantui. Walaupun banyak nasihat untuk lebih mengutamakan mencari pengalaman, menguji coba berbagai macam keputusan, tapi yang gue sadari lebih dari itu kembali lagi semoga jika ini rizqi yang baik atau mungkin ujian semoga selalu ada makna dan ridho-Nya, semoga nggak menghilangkan tujuan gue untuk berbenah di tahun ini dan tetep on-track dijalannya. Sometimes deeply, brimming my unspoken feeling confessions with myself in the midnight at the situation I am so foolish and too ignorant, Ya-Allah cukupkanlah, lindungi-lah, tidak ada dzat lain yang bisa kami gantungkan selain kepadamu. Semoga dikuatkan dimampukan, bismillah biidznillah

menangis dengan pilihan

gue nggak tau kalo di dunia ini nggak ada mbak gue, thankss love


Comments