I’d Always Remember You When ‘Mesra-mesraannya Kecil-kecilan Dulu’ by Sal Priadi

“Ba, sementara, kita mesra-mesraannya kecil-kecilan dulu, ya…”

"Tunggu sampai semua mereda.."



It’s not exactly a love song. But somehow, you always come to mind whenever I hear it. Deeply down, and my eyes always watering. 

Smiley faith diluar hujan deres barusan gue vidcall an sama bapak, lagi istirahat kerja. Bersyukur punya beliau, meng-amin-i bahwa semua yang dikasih orang-orang yang di dekatkan adalah pilihan dari Allah, yang sudah di takar, sudah di ukur sedemikian rupa untuk kebaikan kita nggak kurang- nggak lebih tapi cukup. Remember bapak yang selalu mencoba mengusahakan walaupun kadang gue menyadari masih luput dalam pengelihatan, walaupun sebenarnya beliau nggak utuh tapi support, semangat dan cintanya selalu ada bahkan dalam sunyi, did well pak kita masih melanjutkan perjuangan sama kaya doa bapak InsyaAllah roda pasti berputar. 

"Cinta-nya besar-besaran meski mesranya kecil-kecilan" 
Every time it plays, I remember how you once felt like home, Pak




Terimakasih buat orang-orang yang sudah doain gue tahun ini, sudah ketemu gue dengan segala kebaikan yang kalian berikan.  

2026 cheessy cake!




alhamdullilah, akhirnya gue yang nggak bisa ngopi dan nggak suka esteh-esteh creamy ketemu nih minuman




Sedikit update keadaan dimana akhir-akhir ini semakai kacau balau, gue nggak tau sejujurnya ini perasaan apa. Merasa semakin terpuruk, merasa semakin demotivated, merasa desperate dan nggak jarang gue mikir "better gue meninggal aja kali ya" jujur keimanan yang naik-turun, hari-hari merasa urusan gue nggak ada yang beres, overthinking orang tua, melihat pernikahan sebagai suatu yang mewah meyakinkan apakah diri gue bisa, apakah gue bakal ketemu jodoh gue. Belum lagi melihat orang-orang sliweran di social media rasanya makin muak dengan hidup sendiri.

Sometimes sekalinya down down bgt, sesek banget dada, terus mereda dan bakal ke fase itu lagi. Bener kalau sejatinya manusia itu diciptakan dalam kondisi lemah. Tiada pemenang semuanya hanya bisa bertahan, nggak ada yang tau jalan kedepan, 

...dan cukupkanlah Allah- sebagai penolong.

Semuanya butuh waktu, butuh kesabaran, butuh kelapangan, butuh kelihaian, dan butuh ketenangan. Dan ini terkadang memang nggak gampang. Gila 26 tahun bikin gue pengen mati. 

Go back then, nggak kerasa uda mid-february aja. Uda mulai memasuki bulan Ramadan lagi, Allah tuh dengan segala skenarionya sungguh berhasil tepat sasaran, gue yang berantakan ketemu Ramadhan ini kayanya dikasih peringatan buat tobat. Dan Akhirnya-lah Allah yang menjawab semua, Allah yang nolong gue, mau nangis banyak-banyak di puasa tahun ini. Ngelihat dosa-dosa dan hidup yang berantakan, mau minta maaf sebanyak-banyak ke orang-orang sekitar, pengen meregulasi emosi biar nggak gedabak-gedebuk yaRabb..
\

Diambang pilu, di dalam luka-luka dunia
where should i go? to the left where nothing is right or to the right where nothing is left?

kalau memang saat ini pencapaian terbesar gue adalah harus bertahan, tetap bangun setiap hari, tetap melakukan hal-hal yang adalah yang menjadi tugas dan kewajiban, mohon selalu mudahkanlah ya Allah

kalau memang saat ini adalah harus melepaskan sesuatu yang memang bukan buat gue atau bukan milikku, mohon selalu mudahkan yaAllah 

I understand is never ending process, tapi hamba mohon lapangkanlah untuk hamba bisa menerima dengan ikhlas serta, mudahkanlah ya Allah, ingatkan hamba bahwa sejatinya tidak ada penolong selain berharap kepadamu. 

"Rabbana maa khalaqta haadzaa baathila" (191:3)
Ya-Allah, sesungguhnya  nggak ada entitas sekecil apapun yang sia-sia, bismillah..
all those things in Ramadan this year, is a blessing for me, for my family, for all everyone gue harap ini bisa menjadi titik balik yang baik titik balik yang menyadarkan gue, pelan tapi pasti, pelan tapi menenangkan yaAllah sekali lagi lapangkanlah, mudahkanlah serta ridhoi-lah apapun yang hamba usahakan yaAllah.  
Allahumma ballighna Ramadhana fii khairin wa 'afiyah. 

May Ramadan this year bless us, Aamiin

xoxo
salsabila

Comments